<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674</id><updated>2011-12-12T12:51:07.491+07:00</updated><category term='Pra-Nikah'/><category term='Munajat dan Do&apos;a'/><category term='Akhlak'/><category term='Renungan'/><category term='Munakahat'/><title type='text'>Komitmen Muslim Sejati</title><subtitle type='html'>Sucikan niat, Bulatkan Tekat, Pelihara Semangat, Tetapkan Istiqomah, Raih Ridho Ilahi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-807241614868188286</id><published>2009-04-03T17:01:00.010+07:00</published><updated>2009-04-25T09:31:53.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Katakan cinta niscaya hidup kan bahagia</title><content type='html'>Cinta sangat dibutuhkan dalam membina bangunan rumah tangga. Cinta akan membangkitkan energi-energi dalam jiwa mewujudkan kekuatan dahsyat penopang bangunan rumah tangga. Cinta akan memancarkan cahaya di dalam relung hati untuk menerangi kegelapan jiwa yang bersemayam dalam bangunan rumah tangga. Cinta akan melahirkan keceriaan wajah dua insan dalam biduk rumah tangga. Cinta akan membawa pemiliknya terbang bebas menuju kedamaian sepanjang masa. Cinta akan mengantarkan sepasang hamba menuju keagungan wajahNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa cinta mustahil bangunan rumah tangga mampu berdiri kokoh. Tanpa cinta tidak mungkin rumah tangga akan terang benderang bersinar. Tanpa cinta tidak akan ada keceriaan dalam bangunan rumah tangga seorang hamba. Tanpa cinta tidak mungkin seorang hamba bisa menggapai kenikmatan melihat keagungan wajahNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah anugerah. Anugerah terindah yang diberikan kepada manusia sepanjang masa. Dengan cinta manusia bisa merasakan kenikmatan dunia. Dengan cinta sepasang suami-istri bisa merasakan kenikmatan surgawi, ketentraman dan kedamaian. Cinta adalah kehidupan. Sehingga tanpa cinta, kehidupan tidak akan pernah punya arti. Kehidupan akan hampa tanpa makna. Cinta adalah surga. Dengan cinta yang benar seorang hamba bisa menggapai surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mesti dijaga agar tidak menjadi bahaya. Bagi sepasang suami-istri yang baru saja menikah, tentunya cukup mudah menjaga cinta tersebut. Karena saat itulah masa-masa berseminya cinta. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, boleh jadi cinta mereka akan meluruh bahkan hilang sama sekali. Ini terjadi karena mereka tidak mampu menjaga bangunan cinta tersebut. Atau boleh jadi ada kemampuan untuk menjaganya, tetapi tidak cukup kemauan diantara keduanya. Atau boleh jadi mereka tidak mampu dan tidak mau menyingkirkan duri-duri cinta berupa godaan dan gangguan oleh para perongrong bangunan cinta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga ikatan cinta memang tidak mudah. Banyak rintangan yang mesti disingkirkan, baik rintangan yang datang secara nyata maupun rintangan yang tersembunyi. Oleh karena itu, hendaknya masing-masing kita senantiasa waspada. Jangan sekali-kali ada dalam niat kita untuk mencoba memutuskan ikatan cinta tersebut. Sebaliknya harus terpelihara niat untuk senantiasa menjaga ikatan cinta seberapapun besar godaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang sering terlupa adalah ungkapan cinta secara verbal, "Aku cinta kamu". Padahal ungkapan verbal ini sangat berperan dalam menjaga ikatan cinta. Yang dimaksud disini adalah ungkapan cinta yang halal, yaitu ungkapan cinta oleh pasangan suami-istri yang sah, bukan ungkapan cinta murahan yang diobral oleh pasangan muda-mudi yang tidak sah. Bukan ungkapan cinta oleh seorang pemuda kepada pacarnya yang diobral di jalan-jalan, lewat telpon dan sms. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan cinta, sekilas sangat sederhana, tetapi sebenarnya punya dampak yang sangat besar dalam menyatukan hati kita. Ungkapan ini tidak hanya dilanggengkan pada awal-awal pernikahan tetapi perlu terus diucapkan setiap saat hingga akhir hayat. Memang terkesan aneh, jika ada seorang Bapak2 atau kakek2 mengatakan ungkapan cinta kepada istrinya yang sudah lanjut. Mungkin akan diketawain orang lain, tetapi kata itulah yang akan membuat senyum istri mereka tersungging meskipun tidak tampak. Hatinya akan berbunga-bunga. Sehingga semangat hidup akan tumbuh penuh optimis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, aku cinta kamu hanya karena Allah". Cukup mudah kalimat ini diucapkan. Tidak memerlukan banyak waktu dalam penyampaiannya. Mengapa kita sulit melakukannya? Bukankah kita ingin hidup bersama pasangan penuh keharmonisan?. Cobalah....., langgengkan ucapan itu setiap saat. Insya Allah ikatan cinta kita akan terjaga hingga akhir hidup kita, bahkan berlanjut hingga ke syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan cinta, niscaya hidup kan bahagia. Senyum diantara kita akan terus mengembang. Canda tawa akan terus menjadi bumbu kehangatan rumah tangga. Keceriaan akan menghias hari-hari bersama diantara kita. Optimisme akan lahir dalam jiwa-jiwa kita, berpadu dalam membangun kekokohan rumah tangga. Energi cinta positif akan menjadi kekuatan terdahsyat penopang bangunan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ragu dan bimbang, selalu katakan "I love you because of Allah" pada pasangan hidup Anda, insya Allah bahagia kan mudah diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menempuh hidup baru&lt;br /&gt;Semoga keberkahan senantiasa meliputi hidup kita&lt;br /&gt;amiiin......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam bahagia&lt;br /&gt;MM&amp;FF&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-807241614868188286?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/807241614868188286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/04/cinta-bersemi-hingga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/807241614868188286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/807241614868188286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/04/cinta-bersemi-hingga.html' title='Katakan cinta niscaya hidup kan bahagia'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-1850872438316462638</id><published>2009-03-25T09:32:00.004+07:00</published><updated>2009-03-25T09:45:01.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><title type='text'>Nasihat Qur'ani tentang Penikahan</title><content type='html'>Bismillahirrahmaanirahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur'an &lt;br /&gt;tentang tujuan hidup yang sebenarnya&lt;br /&gt;Nasehat ini untuk semuanya ...........&lt;br /&gt;Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........&lt;br /&gt;Untuk mereka yang belum memiliki arah.........&lt;br /&gt;dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.&lt;br /&gt;nasehat ini untuk semuanya.......&lt;br /&gt;Semua yang menginginkan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku.............&lt;br /&gt;Nikah itu ibadah.......&lt;br /&gt;Nikah itu suci, ingat itu......&lt;br /&gt;Memang nikah itu bisa karena harta, &lt;br /&gt;bisa karena kecantikan, &lt;br /&gt;bisa karena keturunan dan bisa karena agama.&lt;br /&gt;Jangan engkau jadikan harta, ketutunan dan kecantikan &lt;br /&gt;semata-mata sebagai alasan...&lt;br /&gt;karena semua itu akan menyebabkan celaka.&lt;br /&gt;Jadikan agama sebagai alasan........&lt;br /&gt;Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..........&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....&lt;br /&gt;Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, &lt;br /&gt;maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.&lt;br /&gt;Jadikanlah "ALLAH" sebagai landasan...&lt;br /&gt;Niscaya engkau akan selamat&lt;br /&gt;Tidak saja dunia, tapi juga di akherat...&lt;br /&gt;Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan...&lt;br /&gt;Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...........&lt;br /&gt;Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"...... &lt;br /&gt;disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......&lt;br /&gt;Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng.....&lt;br /&gt;Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw.... &lt;br /&gt;tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, &lt;br /&gt;beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidak&lt;br /&gt;mendengar kedatangannya.&lt;br /&gt;Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan &lt;br /&gt;tersaji dihadapannya ketika lapar...&lt;br /&gt;Menjahit bajunya yang robek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu "...&lt;br /&gt;Disayang, dimanja dan dilayani suami...&lt;br /&gt;Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu...&lt;br /&gt;Jika itu engkau lakukan &lt;br /&gt;"istanamu" akan menjadi neraka bagimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu...&lt;br /&gt;Jangan engkau terlalu menuruti istrimu...&lt;br /&gt;Jika itu engaku lakukan akan celaka...&lt;br /&gt;Engaku tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih, &lt;br /&gt;tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah...&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Allah menegur "Nabi"-mu &lt;br /&gt;tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan &lt;br /&gt;hanya karena menuruti kemauan sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegaslah terhadap istrimu...&lt;br /&gt;Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah...&lt;br /&gt;Jangan biarkan dia dengan kehendaknya...&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...&lt;br /&gt;Di bawah bimbingan manusia pilihan, &lt;br /&gt;justru mereka menjadi penentang...&lt;br /&gt;Istrimu bisa menjadi musuhmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiklah istrimu...&lt;br /&gt;Jadikanlah dia sebagai Hajar, &lt;br /&gt;wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.&lt;br /&gt;Jadikan dia sebagai Maryam, &lt;br /&gt;wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......&lt;br /&gt;Jadikan dia sebagai Khadijah, &lt;br /&gt;wanita utama yang bisa mendampingi sang suami&lt;br /&gt;Rasulullah saw menerima tugas risalah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrimu adalah tanggung jawabmu...&lt;br /&gt;Jangan kau larang mereka taat kepada Allah...&lt;br /&gt;Biarkan mereka menjadi wanita shalilah....&lt;br /&gt;Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam...&lt;br /&gt;Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku...&lt;br /&gt;Jika engkau menjadi istri...&lt;br /&gt;Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...&lt;br /&gt;Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah...&lt;br /&gt;siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, &lt;br /&gt;yang setia terhadap tugas suami...&lt;br /&gt;Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, &lt;br /&gt;yang bisa menjaga kehormatannya...&lt;br /&gt;Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, &lt;br /&gt;yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....&lt;br /&gt;Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....&lt;br /&gt;Jika itu kau lakukan...&lt;br /&gt;Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka...&lt;br /&gt;jangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Jika engaku menjadi Bapak...&lt;br /&gt;Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim&lt;br /&gt;Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim&lt;br /&gt;Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah saw&lt;br /&gt;Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah...&lt;br /&gt;Ajaklah mereka taat kepada Allah...&lt;br /&gt;Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti...&lt;br /&gt;Jadikan dia sebagai Ismail yang taat...&lt;br /&gt;Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohonlah kepada Allah...&lt;br /&gt;Mintalah kepada Allah, &lt;br /&gt;agar mereka menjadi anak yang shalih...&lt;br /&gt;Anak yang bisa membawa kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Jika engkau menjadi ibu...&lt;br /&gt;Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh...&lt;br /&gt;Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu...&lt;br /&gt;Jadikanlah mereka mujahid...&lt;br /&gt;Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah...&lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka bermanja-manja...&lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka bermalas-malas...&lt;br /&gt;Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih...&lt;br /&gt;Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tentang-pernikahan.com"&gt;tentang-pernikahan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-1850872438316462638?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/1850872438316462638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/nasihat-qurani-tentang-penikahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1850872438316462638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1850872438316462638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/nasihat-qurani-tentang-penikahan.html' title='Nasihat Qur&apos;ani tentang Penikahan'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-2520126698842040349</id><published>2009-03-23T11:57:00.001+07:00</published><updated>2009-03-23T11:59:52.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><title type='text'>Dakwah Keluarga, Satu hal yang sering kita lupa</title><content type='html'>Mendasarkan pada karakteristik periode Jahriyatud Da’wah dan Sirriyatut Tandzim poin pertama yakni da’wah kepada keluarga dekat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut pendapat kami, da’wah saat ini berada pada fase jahriyatud da’wah wa sirriyatut tandzim, dimana gerakan da’wah telah bebas nyata bergerak di dalam masyarakat, dengan jahrnya kita biasa mengatakan liqo’ di arena terbuka misalnya. Namun, hakikat tandzim belum dibuka secara umum. Keluar dari persolan di atas, dan memfokuskan pada persoalan da’wah keluarga sebagai karakteristik periode ini. Husain Muhammad Yusuf dalam bukunya Ahdaf Al Usrah Fil Islam menjelaskan, keluarga adalah batu pertama dalam membangun Negara. Menurutnya, sejauh mana keluarga dalam suatu Negara memiliki kekuatan yang ditegakkan pada landasan nilai, maka sejauh itu pula Negara tersebut memiliki kemuliaan dan gambaran moralitas dalam masyarakatnya. (Majalah Ummi, Sarah Handayani.No.10/XVI Februari 2005/1425 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat realita yang ada saat ini, amanah da’wah yang semakin bertambah membuat sebagian besar waktu kita tersita di luar rumah, di masyarakat kita begitu gencar menyuarakan kebaikan, tapi terkadang kita lupakan keluarga kita, sudah sholatkah ibu bapak kita, sudah memakai jilbabkah ibu dan saudara perempuan kita, bagaimana kondisi keimanan kakak dan adik kita, terkadang tak pernah ada di benak kita. Sebagai aktivis da’wah sekolah, saya seringkali melihat kasus-kasus para aktivis yang begitu energik di luaran, di semua amanah da’wahnya, bahkan semua terplaning dengan rapi, tetapi ia tak membuat planing-planing serapi itu untuk keluarganya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fungsi tarbiyah dalam keluarga menjadi sangat vital untuk mempersiapkan masa depan umat. Seluruh anggota keluarga harus mendapatkan sentuhan tarbiyah untuk menghantarkan mereka menuju optimalisasi peran dalam membangun peradaban Islam yang diharapkan. Keluraga menjadi laboratorium perdaban.( Majalah Ummi, Sarah Handayani.No.10/XVI Februari 2005/1425H.)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak bermaksud menyalahkan siapa pun tetapi hanya mencoba introspeksi diri dan koreksi bersama, tentang hal vital ini. Tidak hanya aktivis muda saja yang menjadi perhatian, para abi umi yang menjadi aktivis juga menjadi sorotan, terkadang karena kesibukan amanah membuat anak menjadi kurang merasakan kasih sayang, mereka sering terlambat dijemput dari sekolah yang sudah full day, mereka jarang mendapatkan sentuhan sayang dari umminya, seringkali mereka harus diajak pergi dengan kondisi yang masih belepotan, belum dimandikan, atau bahkan akhirnya dititipkan ke tetangga. Begitu juga dengan kondisi rumah yang seringkali ditinggal dengan kondisi masih berantakan, belum dibersihkan. Ini seakan menjadi profil aktivis da’wah saat ini, bukankah aktivis da’wah melakukan da’wahnya dimana saja dia berada, bahkan persolan mengurus anak dan membersihkan rumah pun bisa menjadi da’wah, yang pertama melihat kita adalah tetangga kita, apa respon mereka jika sebuah keluarga muslim yang ada di tengah-tengah mereka tak memberikan contoh yang baik, rumah yang selalu rapi dan bersih, anak-anak yang sholih, betapa hal ini justru akan lebih mudah menyentuh hati masyarakat sekitar untuk mau menerima da’wah kita, da’i adalah contoh, uswah, dan teladan bagi orang-orang di sekelilingnya. Memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa profil seorang muslim yang cinta kebersihan itu benar-benar nyata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan melihat beberapa kasus, di da’wah sekolah, dengan kondisi anak ikhwah justru lebih sulit disentuh daripada anak sesorang yang masih amah, ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, mengapa mereka tak ingin menjadi seperti kedua orang tua mereka? Mengapa mereka merasa bosan dengan pendidikan berkarakter religius? Analisis awal adalah banyak di antara mereka kecewa dengan orangtua mereka yang tak pernah punya waktu untuk mereka, betapa tidak mereka sudah seharian berada di luar rumah dengan dimasukkan ke full day school, terkadang malam mereka belum bertemu abi uminya, ditambah seringnya mereka terlambat dijemput, tak pernah ditanya apa yang mereka rasakan di sekolah, di sekolah mereka ditekan dengan berbagai pelajaran. Tentu saja ini tidak general, hanya beberapa contoh kasus saja. Bahkan mendidik anak perempuan untuk memakai jilbab syar’i menjadi hal yang sulit saat ini, ketika mereka tak pernah difahamkan oleh uminya tentang urgensi berjilbab syar’i. Hal-hal semacam ini hanya akan bisa terjadi pada anak yang memiliki kedekatan dengan uminya, punya banyak waktu untuk berkomunikasi dengan uminya, kalaupun sedikit, waktu itu sangat efektif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tujuan kita berkeluarga adalah membentuk generasi-generasi yang lebih baik dari kita, kalupun tidak bisa paling tidak, bisa menjadi seperti orangtuanya. Begitu juga dengan aktivis muda seperti kami, yang punya tugas besar membenahi orang-orang terdekat kita agar bisa menjadi sahabat perjuangan da’wah kita dimanapun, paling tidak menjadi sebuah proyek untuk menyelamatkan mereka dari siksa neraka..menjadi introspeksi bersama..betapa indah jika setiap anggota keluarga kita mampu memberikan kontribusi untuk da’wah. Meskipun hanya dengan  menjadi contoh dan teladan bagi orang-orang di sekelilingnya.Menjadi harapan bersama.. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukankah kita bercita-cita menegakkan syari’at Islam di Negara Indonesia ini, da’wah keluarga menjadi satu tangga dasar untuk mewujudkan tegaknya cita-cita kita..dengan merealisasikan konsep maratibul amal. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Purnastri Afif Adiba)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-2520126698842040349?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/2520126698842040349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/dakwah-keluarga-satu-hal-yang-sering.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2520126698842040349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2520126698842040349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/dakwah-keluarga-satu-hal-yang-sering.html' title='Dakwah Keluarga, Satu hal yang sering kita lupa'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-2204568381306640005</id><published>2009-03-23T11:46:00.005+07:00</published><updated>2009-03-23T11:57:27.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><title type='text'>Apa yang mesti kita perbuat untuk generasi ini?</title><content type='html'>Berikut analisis kondisi generasi masa kini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Butuh perhatian lebih dari abi uminya, sejak kecil perhatian khusus untuk mereka kurang optimal terutama dari ibu. Pembagian peran suami-istri dalam keluarga mutlak dilakukan, meski bukan berarti wanita buta dengan kondisi umat. Dalam dakwah sekolah aja ada pembagian peran satu di local satu di global dengan tetap ada bagian memikirkan satu sama lain.., terkadang konsep kita untuk orang lain lebih kita utamakan/lebih baik &amp; keren dibandingkan dengan konsep yang akan kita bagun di keluarga kita. Siapa yang bisa menyelamtkan kita di akhirat? anak kita kan??? Tentu dengan do’a mereka, lalu jika mereka tidak tumbuh dengan sholih hanya karena kecewa pada kita siapa yang akan mendo’akan kita belum lagi ditambah tanggung jawab kita pada Allah atas amanah ini.. apalagi jika punya banyak anak..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Banyak yang kecewa dan tak ingin memilih jalan seperti pilihan walidainnya why?? sering bahasa kasarnya ditelantarkan. Cth : terlambat dijemput, bahkan lupa njemput karena kedua orangtuanya sibuk dengan dunianya, kurangnya pendampingan dalam pengerjaan tugas-tugas sekolah, sejak kecil orang tua memberikan perhatian secara bercabang pada mereka, disusui disambi ngisi kajian padahal masa ini adalah masa terpenting untuk anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya (kata ummahat psikolog lho ini..), beberapa bahkan tidak diperhatikan kerapian penampilan, anak ikhwah identik dengan penampilan kumuh, beringus, gatal kulit, dan baju kotor, rumah kotor). PR kita nanti!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bosan dengan rutinitas mereka terutama yang sekolah di full day school, bahkan boarding..dengan aktifitas pembelajaran yang sangat padat ditambah perhatian yang tidak lagi intensif coz dah kebanyakan murid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak pernah ada waktu untuk sekedar share dengan kedua orangtuanya why??temen2 pasti tahu jawabannya…kedua orangtuanya sibuk syuro..bahkan sejak pagi pagi buta harus sudah ditinggal dan dititipkan ke orang lain..tawadzun itu penting.. Quu anfusakum wa ahliikum naaro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memiliki kekurangan dalam kemampuan bermasyarakat karena terbiasa dengan lingkungan yang selalu berorientasi akhirat, dilarang untuk melihat dunia.akibatnya jadi ngerasa sudah baik di sisi kafa’ah diniayah dan meremehkan orang luar yang menyampaikan Islam kepadanya.Bangga dengan kelompok seganknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tapi kondisi saat ini tidak selalu begitu coz sekolah-sekolah berbasis IslamTerpadu pun sudah campur dengan orang amah yang tentu saja memberikan pengaruh baru pada anak-anak ikhwah Example : jadi tahu dan hafal lagu ga jelas, jadi kolektor game computer meski harus dengan sembunyi-sembunyi dari orangtuanya, bacaan yang kadang bukan jadi konsumsi mereka contoh : bacaan dewasa (ayat,ayat cinta, birunya langit cinta,jatuh bangun cintaku, dll)semakin hanya buku yang bisa ia konsumsi karena ada batasan gerak dari orang tuanya semakin besar rasa ingin tahu akan hal-hal yang belum saatnya mereka tahu.dah tahu istilah pacaran, apel ke tempet pacar, seneng dengan jilbab gaul,ga mau pake rok, apalagi kaos kaki, males bergaul dengan temen-temen yang sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ada potensi besar di tiap pribadi mereka tapi belum dioptimalkan oleh jama’ah. Ex: tahfidz, tahsin, bahasa arab,dll) sebagian besar mereka juga cerdas terutama angkatan awal lulusan Islam Terpadu angkatan sekarang wallahu a’lam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis di atas masih harus difikirkan solisinya, analisis memang mudah tapi menjalankannya tak semudah yang dibayangkan tapi insya Allah jika ada planning yang jelas akan lebih mudah merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Purnastri Afif Adiba)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-2204568381306640005?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/2204568381306640005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/apa-yang-mesti-kita-perbuat-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2204568381306640005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2204568381306640005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/apa-yang-mesti-kita-perbuat-untuk.html' title='Apa yang mesti kita perbuat untuk generasi ini?'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-7707333494651549795</id><published>2009-03-23T11:31:00.008+07:00</published><updated>2009-03-24T13:18:20.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><title type='text'>Urgensi &amp; Harapan Pernikahan</title><content type='html'>Menikah, sebuah kata yang menjadi impian setiap manusia, namun ia juga menjadi tantangan berat dalam perjalanan kedewasaan seseorang. Ia datang bagai maut, begitu tiba-tiba, mau tidak mau kita harus selalu siap kapanpun ia dihadirkan Allah untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan yang pernah terukir di awal kedewasaan hidup mulai menyapa kekosongan jiwa adalah, jika aku punya suami, aku ingin suami yang dekat dengan Allah, takut kepada Allah, anti maksiat, bacaan Qur’an dan tahsin, tahfidznya minimal 3juz biar bisa muraja’ah bareng, Qiyamullail tiap hari biar bisa saling mengingatkan dan jama’ah, bisa jadi partner yang bisa bekerjasama dengan baik, lelaki yang sabar, penuh rahmah, bijak, dewasa, tidak mudah main tangan, bentak juga jangan, yang bisa mengajariku mengeja kesabaran dalam bersikap dan bertutur, mau berbagi pekerjaan rumah tangga, sholat jama’ah 5 waktu di masjid menjadi komitmen, satu misi melahirkan generasi qur’ani dan rabbani, trus pengen punya suami yang pinter Bahasa Arab pengen belajar intensif belum sempat. Itu idealita teknis yang ingiin sekali kuwujudkan. Semakin luas ketika kuselesaikan membaca &lt;a href="http://www.4shared.com/file/94638830/cb890e14/Cinta_di_Rumah_Hasan_Al_Banna.html"&gt;Ada Cinta di Rumah Hasan Al-Banna&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus punya cita2 bisa tahfidzul qur’an bareng, fastabiqul khoirot, dekat dengan lingkungan qur’ani punya komunitas sholih..jika belum ada ya diperjuangkan bisa membangun, trus pengen punya pesantren, pasti kangen dengan jadi aktifitas da’wah sekolah, ngurus anak-anak SMA atau SMP..sudah terbayang konsepnya tapi belum tertulis jelas tapi sekarang sedang belajar mengeja dinamika pesantren, dan bagaimana mengelolanya dengan maksimal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku gadis biasa yang punya banyak kekurangan, tak pantas rasanya jika minta diberikan yang paling sempurna, aku hanya mensyaratkan iman, qur’an, keistiqomahan, iltizam, dan kedewasaan, serta cita-cita yang panjang hingga berujung di akhirat..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku ingin dan berharap keluarga yang kubangun nanti adalah keluarga qur’ani, keluarga yang menjadi syurga di dunia, suami yang menempatakan Allah di atas segalanya, tawadhu’, ikhlash, dan bukan orang yang emosional, yang selalu bisa menjadi imam bagiku dalam Al-Qur’an, yang ilmu akhiratnya lebih luas dariku, dan bisa menghargai kerja-kerja jihadku di lapangan da’wah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik bukan jadi standart utamaku, yang kulihat adalah kualitas pribadi sesosok yang akan kuterima dalam hidupku. Setiap orang pasti punya kekurangan, punya kelebihan, dan semuanya adalah karunia Allah yang terbaik bagi kita. Satu yang sama sekali tidak kuinginkan adalah terjun ke dunia politik secara terang-terangan maksudnya masuk ke legislative apapun alasannya lulusan sosiologi sekalipun aku tidak pernah punya keinginan ke sana, banyak amanah yang Allah lebih janjikan syurga, terlalu banyak cobaan dan godaan untuk hubbuddunya ketika memasukinya, ditambah lagi dimana peranku sebagai ibu akan kutempatkan jika semua waktuku kuhabiskan di luar rumah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Harapanku, semoga ku bisa jadi ummi para mujahid dan mujahidah, mendidik mereka dengan hati dan Al-Qur’an, dan ku berharap suamiku adalah imam bagiku dalam hal ini, suami yang selalu bisa terbuka dalam semua kondisi hidupnya, mau berbagi beban, terbuka dalam segala hal, menguatkan komunikasi, dan penuh kasih sayang, dan mau menerima kekuranganku. Manjadikanku sayap kirinya ketika terbang, dan menjadi rem kendalinya ketika berkecepatan super maksimal tanpa arah, yang bisa selalu memberikan nasihat di saat ku butuh nasihat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini ku sedang mengeja arti dewasa, yang diidentikkan dengan pengorbanan. Mengerti dan memahami orang lain bukan hal yang mudah, dengan orang yang kita kenal saja terkadang sangat sulit dan salah faham, apalagi dengan orang-orang yang baru saja kita kenal (red-suami, mertua...) Semoga suamiku adalah seseorang yang bisa menenangkanku, tidak membentakku, dan jadi kakak terbaik untukku, mengerti dan memahamiku, meski akupun punya tanggung jawab begitu nanti. Semoga kesabaran yang sedang kueja dengan agak terbata ini bisa menjadi akhlaqku dan keluarga yang kubangun suatu saaat nanti..insya Allah..dan hingga Allah berkenan menjemputku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Menikah menurut ust. Reza M., Syarif ada tiga tahapan:&lt;br /&gt;10 tahun pertama –belum keluar sifat aslinya ,makanya butuh plan yang jelas tentang keluarga yang akan kubangun&lt;br /&gt;10 tahun kedua –adaptasi dengan lingkungan suami-butuh persiapan matang&lt;br /&gt;10 tahun ketiga-menikmati prestasi bersama yang diupayakan bersama suami..insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pendidikan anak ada 5 bekal yang harus ditanamkan kepada mereka:&lt;br /&gt;1. Fathonah (Intelektual yang ditanmkan melaui budaaya baca)&lt;br /&gt;2. Amanah (pengajaran akhlak dan kejujuran secara total kepada anak)&lt;br /&gt;3. Sidiq (kebenaran pemaknaan spiritual..aqidah, ibadah, muamalah, dan inti muwashofat)&lt;br /&gt;4. Tabligh (Komunikasi yang sehat yang harus dibangun antara orang tua, anak, dan keluarga, serta masyarakat, mendidik mereka menjadi manusia yang peka social.ada 5 aspek yang harus ada : observasi, mendengar, berbicara, menulis, membaca)&lt;br /&gt;5. Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Purnastri Afif Adiba)&lt;br /&gt;Tulisan disampaikan kepada calon suami saat proses ta'aruf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-7707333494651549795?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/7707333494651549795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/urgensi-harapan-pernikahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/7707333494651549795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/7707333494651549795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/urgensi-harapan-pernikahan.html' title='Urgensi &amp; Harapan Pernikahan'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-868750483511316068</id><published>2009-03-21T10:05:00.004+07:00</published><updated>2009-03-23T12:59:09.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><title type='text'>Ketika harapan itu menjadi nyata</title><content type='html'>Kupinang engkau dengan hamdalah, itulah salah satu judul buku best seller karya Ust. Fauzil Adhim. Judul yang sangat menarik, khususnya bagi para bujang. Tidak hanya menarik, tetapi juga membuat penasaran karena memang telah lama ada keinginan kuat untuk segera bisa meminang sang bidadari. Seperti apa sih isi buku tersebut? silakan cari tau sendiri karena di sini saya tidak akan membahas isi buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillahi Rabbil 'aalamiin". Yach akhirnya kalimat itulah yang terucap dari bibir ini. Akhirnya aku bisa meminang sang bidadari itu. Dan hanya ucapan hamdalah tersebutlah yang pantas kulantunkan pertama kali saat aku bersama keluarga meminangnya. Rasa senang, haru, syukur, malu juga mau, semua bercampur aduk dalam hati ini saat wali-nya menerima kami apa adanya. Alhamdulillah Yaa Allah, akhirnya Engkau mencurahkan nikmatMU yang tiada tara kepada hambaMU yang hina ini.... Semoga Engkau benar-benar mempertemuakan hati kami dalam mitsaqon gholizhon itu, amiin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang antara aku dan dia belum banyak mengenal. Awalnya, hanya beberapa kali saja kami bertemu, itupun bukan karena sengaja. Sejak di pesantren dulu, aku sering mendengar namanya disebut oleh teman2. Ketika aku mengisi kajian remaja di dekat rumah orang tuanya, aku tersadar bahwa dia juga ikut sebagai peserta sekaligus sebagai koordinator para akhwat. Tapi terus terang aku tidak bisa melihat wajahnya seperti apa, karena ada hijab yang menghalangi, dan memang begitulah seharusnya. Suatu ketika, di akhir kajian, tepat sebelum pulang, dia menghampiri diriku yang ternyata menanyakan tentang undangan dari Tim Forum Halaqoh Qur'an (FHQ) kepada temen2 pondok. Itulah pertama kalinya aku melihat dirinya, meskipun sangat sekilas, karena jujur aku selalu menunduk saat berbicara dengan seorang akhwat. Saat ikut dalam halaqoh Qur'an (FHQ), aku tahu jika dia juga ikut di situ, tetapi belum pernah sekalipun kami bertegur sapa. Yang ada hanya pertemuan2 sekilas tanpa sengaja, dan tidak ada sepatah katapun yang muncul dari kami. Aku memang, tidak banyak mengenal dia, tetapi sebenarnya saat itu ada perasaan2 aneh yang menyelinap di hati ini. Aku tidak tahu apa artinya, Aku tidak mengerti mengapa perasaan2 tersebut muncul begitu saja. Apapun itu, yang pasti aku tidak mau hati ini dikuasai perasaan2 yang tidak jelas. Pasti itu semua dari syaithon. Dan akhirnya kucoba menguburnya dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya aku lulus S1 dari UGM, juga menyatakan mundur dari FHQ, kemudian aku pindah ke Tangerang karena tuntutan kerja dan profesi. Hari-hari di perantauan, kulalui dengan semangat meski terkadang ada kegalauan yang menyelinap di hati. Semakin hari, kurasakan banyak hal yang terasa tidak nyaman. Jiwaku memberontak. Terasa sepi hati ini. Seakan ada yang hilang dari diri ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha menguatkan diri. Memang di sini bukan tempat menempa idealita, tetapi justru di sini adalah realita. Tidak selamanya realita sejalan dengan idealita, bahkan banyak yang berseberangan dengannya. Hal itu yang kuyakinkan dalam hati ini. Aku terus berusaha memandu idealita menyusuri realita untuk kemudian diselaraskan. Karena aku yakin semua realita yang buruk bisa diubah menjadi realita yang baik yang seau dengan idealita. Namun, butuh kesabaran dan ketegaran dalam menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai di situ, meskipun aku sudah berusaha untuk kuat, ada sesuatu yang masih mengganjal dalam hati ini. Akhirnya aku sadar, usiaku sudah semakin tua, mungkin sudah saatnya aku menyempurnakan separoh diin. Dan memang, sebenarnya godaan2 yang selama ini ada sudah cukup berat. Aku semakin sulit menundukan pandangan. Semakin sulit menjaga hati. Semakin banyak maksiat yang kulakukan. Akhirnya aku memutuskan untuk segera mencari pendamping. Dalam munajat malamku, kuadukan semua isi hati ini kepadaNya. Ada harapan..... Ada impian..... Ada ingin.... Tapi semua terhimpun dalam satu kalimat..... Yaa Allah, karuniakan kepadaku istri sholihah yang akan menemani sisa perjuangan ini....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah mantap, tapi aku bingung. Dari mana harus memulai? Siapa yang mau menikah dengan diriku? Pantaskah aku meminang para bidadari itu? Bukankah sangat banyak kekurangan yang kumiliki? Inilah awal mula bagiku berikhtiar mendapatkan sang bidadari itu. Banyak lika-liku dan kisah yang unik, mengharukan juga yang membuat air mata ini deras mengalir. Dua kali aku meminang, tetapi ternyata Allah belum menetapkan taqdir itu. Selama masa ikhtiar itu, banyak hikmah yang bisa aku jadikan pelajaran. Kesabaran, keikhlasan, syukur, ridho, besar hati, semuanya diperlukan dalam masa ikhtiar tersebut. Akhirnya aku sadar bahwa, Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu, boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu. Yakinku, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pilihan Allah adalah yang terbaik untukku, meski terkadang sulit menerimanya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung ikhtiarku, akhirnya ada suatu keajaiban yang tidak terduga sebelumnya. Saat aku bersilaturahim dengan seorang tokoh yang sangat aku hormati, aku sangat dikejutkan dengan ucapan Beliau di akhir perbincangan kami. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Saya ada amanah dari keluarga. Ibunya anak-anak memaksa saya segera mengungkapkan ini semua kepada yang berhak. Saya kan punya anak perempuan. Dia begitu aktif dalam semua kegiatan baik di kampung, di kampus maupun di organisasi lainnya. Karena keaktifannya tersebut, otomatis dia punya banyak teman-teman pergaulan yang tidak hanya akhwat, tetapi juga para ikhwan. Dia adalah anak yang baik, yang berusaha menjaga hatinya sebersih-bersihnya. Tidak boleh ada sedikitpun kotoran yang boleh masuk dalam hatinya. Dia juga sangat perfectionis, sangat idealis dan terkadang kurang bisa menerima realita. Akhir-akhir ini, dia merasa sangat pusing dan bingung karena sudah mulai ada panah-panah cinta yang diarahkan untuk menembus hatinya. Berkali-kali, ia berusaha menepis semua itu. Namun, akhirnya tidak kuat juga ia dibuatnya. Ia sering sedih dan menangis. Saya tahu, hatinya sangat bersih, tidak mudah ditembus oleh panah-panah tersebut seberapapun kekuatannya. Namun, ternyata ada satu panah yang berhasil menembus hatinya. Saya tidak tau, apakah pertahanan hatinya sudah mulai lemah ataukah memang kekuatan panah tersebut yang sangat dahsyat?"&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Beliau terdiam sejenak, membuat aku semakin bingung dibuatnya. Sangat bingung, karena tidak faham apa maksud cerita Beliau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Beliau melanjutkan, "Tahukah dirimu, siapa sebenarnya pemilik panah cinta tersebut? Ketahuilah anakku, pemilik panah tersebut adalah dirimu. Sekarang, kuserahkan kepadamu untuk menilainya. Apakah dirimu akan menerimanya ataukah tidak. Tapi, saya berharap putriku tidak bertepuk sebelah tangan. Dirimu tidak harus sekarang menjawabnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak mendengar akhir cerita Beliau. Diriku??? Diriku yang telah menembus pintu hati putri Beliau?? Padahal selama ini aku tidak pernah merasa melemparkan panah cinta ini kepadanya. Atau, inikah jawaban Allah dari doa-doaku selama ini? Benarkah harapan itu sudah akan menjadi nyata? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, sebenarnya saat itu juga hatiku menjawab "iya". Hatiku telah menerimanya, karena tidak ada sedikitpun alasan syar'i yang menghalangi untuk menerimanya. karena sebenarnya sejak dulu memang ada perasaan-perasaan aneh menyelinap. Karena putri Beliau tersebut adalah si dia yang aku ceritakan pada awal tulisan ini. Laa haula wa laa quwwata illa billah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah calon istriku, yang telah aku khitbah beberapa waktu yang lalu. Dan insya Allah, kami akan melangsungkan aqad nikah pada hari Sabtu, 11 April 2009 di Jogja. Mohon do'a restunya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Muhamad Mujari)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-868750483511316068?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/868750483511316068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/ketika-harapan-itu-menjadi-nyata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/868750483511316068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/868750483511316068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/ketika-harapan-itu-menjadi-nyata.html' title='Ketika harapan itu menjadi nyata'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-3306656452564706358</id><published>2009-03-13T17:18:00.004+07:00</published><updated>2009-03-23T12:59:37.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><title type='text'>Nasihat Pernikahan</title><content type='html'>Saudaraku yang berbahagia…&lt;br /&gt;Sebentar lagi dirimu akan memasuki dunia kehidupan yang baru. Kehidupan yang belum kamu kenal sebelumnya. Kehidupan yang mungkin akan sangat terasa asing bagimu. Maka, jangan tertipu Saudaraku, laluilah kehidupan barumu itu dengan segenap keyakinan. Pertama, yakinkan bahwa dirimu senantiasa bersamaNya. Kedua, yakinkan bahwa dirimu akan ditemani belahan jiwamu yang kan senantiasa menyertai setiap langkah perjuanganmu dan yang akan menguatkan imanmu. Tataplah kehidupan barumu dengan penuh kesiapan dan persiapan. Kesiapan mental dan persiapan material, kesiapan ruhiyah dan persiapan rupiah, kesiapan jiwa dan persiapan raga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Duniamu saat itu tak ubahnya laksana sebuah gunung. Maka siapkanlah sejak awal bahwa dirimu hendak ”mendaki” bukan sekedar ”rekreasi”. Antara mendaki dan rekreasi tentu sangat jauh berbeda. Orang yang memandang bahwa pergi ke gunung hanya hendak rekreasi tentu tidak sama dengan yang memandang bahwa ke gunung hendak mendaki. Orang yg hendak rekreasi tentu memandang ”sebuah gunung” dengan pandangan dan angan-angan yang indah semata, suasana yang hijau, penuh kesejukan, air terjun yang indah, jalan yang lurus, tidak ada jurang, bertabur bunga di kanan kirinya, dan seabrek angan-angan indah yang membuat bahagia. Tapi orang yang hendak ”mendaki” tentu memandang ”sebuah gunung” secara realistis, di dalamnya akan ada tebing yang tinggi, jurang yang curam, rimba pepohonan yang sulit ditembus, jalan yang licin dan berliku, binatang buas yang siap menerkam sewaktu-waktu dan berbagai rintangan lainnya. Maka orang seperti ini sejak awal akan mempersiapkan segala sesuatu untuk bekal pendakian tersebut. Bagaimana dengan dirimu saat ini Saudaraku?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Itulah gambaran dunia yang akan kamu lalui. Dunia yang tidak murni penuh dengan keceriaan, kegembiraan dan kebahagiaan. Tapi sewaktu-waktu juga ada tebing yang tinggi, jurang yang terjal, jalan yang berliku, binatang buas yang mengganggu. Ingatlah Saudaraku, disekitarmu pasti ada 5 golongan yang menjadi ujian buatmu, pertama orang kafir yang memerangi, kedua orang munafik yang selalu membenci, ketiga orang mukmin yang hasad, dan keempat hawa nafsu yang selalu membelenggu dan kelima syaithon yang menipu. Tapi jangan khawatir saudaraku, jika kalian bisa melewati segala bentuk rintangan tersebut, insya Allah kenikmatan haqiqi akan kalian raih. Bekal kalian telah disiapkan oleh pemilik dunia ini, semua ada di sekitar kalian. Kalian pun telah diberi rambu-rambu petunjuk yang terabadikan dalam al-Qur’an dan As-Sunnah. Kumpulkanlah bekal itu sebanyak-banyaknya agar dirimu selamat sampai tujuan dengan penuh ridho dan diridhoiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Di duniamu yang baru itu, dirimu akan bertemu dengan orang yang belum pernah kau kenal sebelumnya. Tidak hanya bertemu, tapi dirimu akan bersama dengannya dalam keseharianmu. Mungkin awalnya akan sangat aneh dan janggal. Itu sangat wajar karena kalian secara fitroh memang berbeda.  Pastinya juga banyak hal yang tidak sama, terutama soal kesenangan dan ketidaksenangan akan sesuatu. Juga perbedaan sifat dan karakter antara kalian, perbedaan pola didikan dan pergaulan, perbedaan emosi dan perasaan. Semua pasti akan kalian temuai, tapi tidak menjadi masalah asalkan kalian mendasarkan pada kesamaan visi yang haqiqi, yaitu aqidah Islam. Insya Allah kebersamaan akan bisa segera terbangun dengan sendirinya. Di sinilah pentingnya sikap saling pengertian dan keterbukaan komunikasi antara satu dengan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Sering kita mendengar, bahwa menikah adalah separuh dari agama atau setengah dari kesempurnaan agama. Memang tidak ada yang salah dalam pernyataan tersebut, karena memang Rasulullah yang pertama kali mengatakannya, tapi mungkin banyak diantara kita yang salah dalam memahami. Sehingga menikah dianggap tujuan akhir dalam sebuah perjuangan. Dengan menikah mereka menganggap agamanya benar-benar sudah sempurnya seratus persen. Benarkah??? &lt;br /&gt;Sedikit mesti perlu kita luruskan pemahaman ini, masih ada yang terpotong, .... hendaknya engkau menjaga separohnya yaitu iman. Dan inilah sebenarnya yang lebih utama. Apalah artinya seorang menikah jika menyebabkan kehilangan iman??? Jika iman sudah hilang maka meskipun ia menikah tetap tidak bisa mendapat separoh agama tersebut, na’udzubillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Dengan menikah diharapkan semakin bisa memupuk keimanan yang ada dalam dada. Pintu fitnah sedikit banyak mulai tertutup, hati menjadi lebih bisa ikhlas, mata mulai bisa tertunduk, ibadah semakin khusyu’, dakwah semakin mantap dan ukhuwah makin terjaga. Itulah yang hendaknya terjadi pada setiap diri muslim setelah mereka menikah. Namun, tidak jarang terjadi pada sebagain saudara-saudara kita, setelah menikah justru terjadi kelemahan iman. Mereka mulai dilaikan oleh istri dan anak-anaknya, mulai lupa akan tanggungjawab terhadap dakwah, mulai jarang berjama’ah di masjid, dsb. Dan yang paling parah, iman mulai digadaikan demi mendapatkan kesenangan semu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Menikah adalah sebagian proses dari proses panjang yang harus kita lewati. Ketika kita menikah, maka disitu kita akan dihadapkan pada kondisi yang sangat berbeda dengan idealisme. Di situlah saatnya kita harus arif dalam menyelaraskan antara idealisme yang selama ini kita bangun dengan realitas yang kita hadapi. Bukan bermaksud mematahkanya, tapi berusaha memanage realita bersinergi selaras menuju idealisme. Jangan sampai justru realita yang ada membuat kita lemah sehingga tidak punya keberanian untuk melangkah. Sehingga akhirnya kita kalah terbawa arus. Mungkin istrimu, lingkungan barumu, tempatmu berkarya tidak sesuai dengan idealisme. Banyak hal yang berbeda, tapi semua itu adalah ”karuniaNya” yang akan menguji keberadaanmu di dunia ini. Istrimu adalah ujian buatmu dan sebaliknya dirimu adalah ujian buat istrimu. Tidah semua yang baik menurut kita adalah baik menurutNya. Tapi yakinlah Allah tahu apa yang terbaik buat kita. Yakinlah, istrimu yang saat ini ada disampingmu adalah sosok yang terbaik buat dirimu, maka jangan sia-siakan mutiara tersebut. Jadikan ia bidadarimu di dunia juga di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Peliharalah selalu bahtera rumah tangga kalian sebesar apapun badai yang akan menerpa. Selalu perbaikilah bahtera itu agar bisa mengantarkan diri kalian sampai tujuan akhir. Jangan biarkan siapa saja merusak bahtera tersebut dengan tipu daya sedahsyat apapun. Eratkan kedua tangan kalian untuk menghadapi semua rongrongan dari  pihak-pihak yang tidak bertangggung jawab. Peliharalah kedekatan emosi, kesatuan hati, sering-seringlah bermuhasabah, saling percaya, saling tabayyun, saling nasihat-menasihati dan tetaplah bersabar. Insya Allah semua masalah akan bisa diselesaikan dengan baik. Kembalikan setiap masalah padaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;Meskipun pesan ini saya kirim untuk dirimu tapi pada hakikatnya adalah pesan untuk diriku sendiri. Maafkan diriku apabila selama ini banyak tingkah laku saya yang kurang berkenan di hati. Mohon dukungan dan doanya agar diri ini tetap istiqomah dijalanNya dan bisa segera menyusul kalian.&lt;br /&gt;Akhirnya saya ucapkan:&lt;br /&gt;Selamat Menempuh Hidup Baru, &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Baarakallahu laka wa baaraka ’alaika wa jama’a bainakumaa fii khoir&lt;br /&gt;Baarakallahu likulli waahidin minnaa fii shohibihi&lt;br /&gt;Allahumma baarik lii fii ahliy wa baarik lahum fiyya. Allahumma ijma' bainanaa maa jama'ta bikhoir, wa farriq bainanaa idza farraqta ilaa khoir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saudaramu&lt;br /&gt;Yang faqir dihadapanNya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-3306656452564706358?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/3306656452564706358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/nasihat-pernikahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/3306656452564706358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/3306656452564706358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/nasihat-pernikahan.html' title='Nasihat Pernikahan'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-1142496891783082680</id><published>2009-03-13T17:17:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T17:36:24.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munajat dan Do&apos;a'/><title type='text'>Munajat Cinta kami....</title><content type='html'>Aku mengerti betapa banyak perbedaan yang kita miliki&lt;br /&gt;Betapa banyak yang masih harus kita saling mengerti&lt;br /&gt;Masih sangat luas hamparan pahala&lt;br /&gt;Yang belum kita cermati&lt;br /&gt;Tapi, ku hanya ingin memahami&lt;br /&gt;Arti perjuangan ini..&lt;br /&gt;Perjuangan menyemai harapan &lt;br /&gt;Yang kini mendekati pasti&lt;br /&gt;Sebuah cinta yang kini mulai tertanam di hati..&lt;br /&gt;Semoga ini hakiki..&lt;br /&gt;Ketika keikhlasan menerima anugerah Allah diuji..&lt;br /&gt;Hanya ketsiqohan pada pilihan Allah dan Al-Qur'an &lt;br /&gt;yang memberi arti &lt;br /&gt;Rumitnya kesederhanaan yang kita fahami &lt;br /&gt;Menjadi sebuah arti ketidaksempurnaan diri&lt;br /&gt;Lagi-lagi..&lt;br /&gt;Hanya karena Allah kita saling mencintai&lt;br /&gt;Semoga Allah meridloi jalan ini&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan jalan ini&lt;br /&gt;Dan semoga Allah senantiasa ada dalam helaan nafas kami&lt;br /&gt;Semoga malaikat menyaksikan dan mendo'akan aqad kami&lt;br /&gt;Semoga keluarga kami memberi arti &lt;br /&gt;Dalam perjuangan din ini..&lt;br /&gt;Amiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini&lt;br /&gt;telah berhimpun dalam mencintai-Mu,&lt;br /&gt;telah bertemu dalam mentaati-Mu,&lt;br /&gt;telah bersatu dalam menyeru-Mu,&lt;br /&gt;telah berpadu dalam membela syariat-Mu,&lt;br /&gt;kokohkanlah, ya Allah, ikatannya,&lt;br /&gt;kekalkanlah cintanya,&lt;br /&gt;tunjukilah jalan-jalannya,&lt;br /&gt;Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu &lt;br /&gt;yang tak pernah pudar,&lt;br /&gt;lapangkanlah dada-dada kami dengan &lt;br /&gt;limpahan keimanan kepada-Mu&lt;br /&gt;dan keindahan bertawakkal kepada-Mu,&lt;br /&gt;hidupkanlah hati kami dengan ma'rifat-Mu,&lt;br /&gt;wafatkanlah kami dengan syahadah di jalan-Mu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau-lah sebaik-baik pelindung &lt;br /&gt;Dan sebaik-baik pembela.&lt;br /&gt;Ya Allah, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Fifi &amp; Mujari)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-1142496891783082680?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/1142496891783082680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/munajat-cinta-kami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1142496891783082680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1142496891783082680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/03/munajat-cinta-kami.html' title='Munajat Cinta kami....'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-8542007511763213905</id><published>2009-02-06T15:30:00.003+07:00</published><updated>2009-02-06T15:37:07.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Ada Apa dengan Valentine's Day?</title><content type='html'>Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu &lt;em&gt;Valentine's Day&lt;/em&gt; atau biasanya disebut hari kasih sayang. Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan banyak ABG khususnya teman-teman kita, para remaja putri muslimah yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor budaya Barat atau budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Belakangan, Virus Valentine tidak hanya menyerang remaja bahkan orang tua pun turut larut dalam perayaan yang bersumber dari budaya Barat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Valentine&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam versi kedua , Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani ber-sama 46 kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan " dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat " dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, oleh karenanya ia dihukum mati. Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum Valentine&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: &lt;em&gt;"Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ."&lt;/em&gt;(HR. At-Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Waqid Radhiallaahu 'anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata, &lt;em&gt;"Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian."&lt;/em&gt; (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' ( loyalitas dan anti loyalitas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-8542007511763213905?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/8542007511763213905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/ada-apa-dengan-valentines-day.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/8542007511763213905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/8542007511763213905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/ada-apa-dengan-valentines-day.html' title='Ada Apa dengan Valentine&apos;s Day?'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-8006712766209365258</id><published>2009-02-06T15:23:00.002+07:00</published><updated>2009-02-06T15:29:34.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra-Nikah'/><title type='text'>Bahaya Terbesar Penghancur Generasi</title><content type='html'>&lt;em&gt;Cinta, kau manis tanpa gula&lt;br /&gt;Kau indah nan sempurna&lt;br /&gt;Kau surgaku&lt;br /&gt;Kau hidup dan matiku&lt;br /&gt;Kekasih, kau rinduku&lt;br /&gt;Kau sayangku&lt;br /&gt;Kau kucinta dan kumanja&lt;br /&gt;Kau belahan jiwa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair-syair penumbuh suasana syahwati kayak ini nih yang kerap kali melambungkan lamunan generasi muslim. Yang kemudian mengkristal jadi ruh dari bagian gaya hidupnya. Hingga karenanya telinga bagaikan tuli, mata kayak buta, lidah terasa pahit dan hati terasa sesak bila sehari nggak nyenandungin syair-syair kayak di atas. Memang asyik sich, apalagi udah ada cewek/cowoh yang dilirik. Kayaknya nggak ada manusia yang sempurna melebihi dia. Setiap saat yang kebayang cuman kemolekan fisik sosok yang dianggap kekasihnya itu, padahal bukan--GeeErr kali ya. Parahnya, ia sering ngebayangin yang nggak-nggak sampe jauhnya amit-amit, di luar jangkauan. Sampe nggak jarang daya tariknya bisa nyeret onggokan “cinta birahi” si abang yang mabuk kepayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih konkritnya lagi, sulutan api pembangkit syahwat kayak gituan, terlukis dalam dunia layar lebar dan layar kaca ajaib. Lewat penyajian sinetron-sinetron yang bertajuk cinta birahi serta seks yang vulgar, jorok dan menjijikkan. Tentunya dimaenin si cantik yang aduhai, guna ngebius saku penontonnya yang amoral. Ironisnya pemerannya sendiri juga jijik ngelihat adegan yang dilakukannya. Lalu apa saat shutting ia lupa ingatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aneh sich dunia saat ini. Banyak wanita yang antri panjang ngrebutin kursi popularitas, sampe siap mretelin seluruh aurotnya. Tentunya dengan modal yang cukup paten. Rupa bisa dijual, karena cantik dan bentuk tubuh yang menawan. Sampe  terdengar ringkik kekufuran kayak ini, “Kalo cuman ciuman sich, ayo saja. Nggak dalam film saja, kayak itu biasa kok”, bagi mereka yang udah punya pacar. Peran apa saja yang diminta cerita nggak ditolak, meski harus ngelakuin adekan panas di atas ranjang sekalipun. Bahkan sebagian mereka nggak mau pake pemain pengganti. Katanya, “kalau aku lakuin sendiri, aku lebih bisa ngontrol emosi and acting aku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh begitu memprihatinkan dunia kita saat ini. Seks bebas seakan udah menjamur di mana-mana. Kayak layaknya rumput yang tumbuh di musim hujan. Dunia gelamour (dugem), hedonistik, materialistik dan perkembangan teknologi seakan bagai air hujan yang siap nganterin mereka menuju puncak kenikmatan sesaat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks bebas (free sex) sebenarnya budaya jahiliyyah yang nggak pantas kita tiru, karena kita udah maju dari segi peradaban. Nggak layaklah kalo kita ngaku orang modern tapi budaya jahiliyyah masih kita agung-agungkan. Kembali ke sejarah, salah satu ciri masyarakat jahiliyyah sebelum Rasulullah diutus adalah adanya krisis moral masalah seksual. Pada saat itu wanita cuman sebagai objek seksual (maaf). Wanita dianggap barang dagangan yang nggak ada nilainya sama sekali. Wanita harus ngikut kemauan laki-laki secara mutlak. Sehingga nggak heran kalo ada orang tua yang tega ngubur hidup-hidup anak perempuannya, karena memang dianggap nggak ada artinya, merepotkan dan bikin terhina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya tabiat wanita saat itu sangat rusak. Mereka cenderung kemayu, nggak kerasan di rumah. Suka tabarruj, lebih mahal “bungkus” dari pada “isi”, kayak itu lho makanan anak-anak; Taro, Topten dll. Sehingga mereka tega ngorbanin “isi” cuman untuk beli “bungkus”. Cuman untuk beli baju, makan dan perhiasan saja mereka tega menjual harga diri. Mereka ingin enak bareng laki-laki lain  tapi nggak mau susah-susah menyusui anak, ngerawat dan mbesarin (QS.33:32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena jahiliyyah di atas kayaknya tumbuh subur lagi di dunia ini. Bahkan justru lebih seru dan saru banget. Perbuatan amoral itu nggak lagi dilakuin secara sembunyi-sebunyi justru ingin diekspos media. Nggak ketinggalan anak-anak sekolahan juga ikutan coba-coba eksperiment. Memang sich, pertama nikmat (katanya,red-) tapi akhirnya bisa kiamat. Belum nikah udah hamil duluan, sehingga si wanita harus nanggung akibat dari perbuatan yang telah mereka lakukan. Dan boleh jadi si pria nggak mau tanggung jawab, malah kabur entah kemana.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan, kalo gitu berarti kita nggak boleh nge-seks donk? Bukannya nggak boleh, bahkan bisa wajib asalkan dengan cara yang benar sesuai aturan, bukan bebas tanpa aturan kayak binatang dan kawan-kawannya itu lho. Istilahnya kumpul kebo, kumpul ayam, kumpul... atau apaalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks itu fitrah (manusiawi). Tiap insan dewasa normal pasti punya dorongan seks (libido). Libido ini nggak bisa dimampusin, tapi kudu disalurkan pake cara yang halalan, thoyyiban and sehat, kayak makanan azza. Tapi nyatanya, seks yang katanya fitrah dan karunia Alloh nan indah itu berubah fungsi (disfunction) jadi ajang komoditi guna mencari untung sebesar mungkin, kayak itu lho pedagang gudeg. Norma-norma yang berlaku dalam tata kehidupan nggak lagi jadi pegangan. Puncak eksploitasi itu terlihat dengan hadirnya segudang pendatang baru yang kian menantang. Yang siap beraksi pake hidung belang dan “senjata andalannya”. Sehingga aktivitas seks bebas, prostitusi dan pelacuran dianggap pekerjaan halal yang wajib dilindungi pemerintah, nauzubillahi min dzalik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal itu bisa terjadi dan menimpa mereka? Karena minimnya pendidikan agama bagi generasi muda. Juga karena mereka nggak tau permasalahan seks yang sebenarnya. Nggak ada pendidikan seks yang bisa mengarahkan perilaku mereka. Soalnya ada image bahwa bicara soal seks itu tabu, saru dan nggak etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya seks bukanlah barang yang tabu untuk dibicarakan. Namun bangsa kita telah kadung terbawa kultur malu dan tabu bicara masalah seks. Akibatnya sejumlah ajaran Islam tentang seks nggak tersampaikan. Remaja sering kali nggak paham serba-serbi soal seks. Kemudian timbullah pacaran yang dampaknya bisa menjurus pada seks bebas (free sex). Sehingga nggak asing lagi di masyarakat kita muncul istilah “Pemilu” alias pernikahan hamil dahulu. Ujung-ujungnya bisa terjadi aborsi atau mungkin terjangkit penyakit menular seksual. Hiii ........... ngeri sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal hukum dan etika seks secara lugas dan gamblang merupakan ibadah, karena termasuk tafaqquh fiddin. Hal ini nggak akan berdampak negatif, selama dilakukan secara serius, proporsional, arif, ilmiah, etis dan penuh kedewasaan kayak yang diungkap oleh Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam Mas’uliyah at-Tarbiyyah al-Jinsiyyah (1984). Lebih jauh lagi, bicara soal seks justru punya tujuan ngilangin kenggakjelasan mitos dan kesalah pahaman tentang masalah seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan masalah seks,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seks itu ibadah&lt;br /&gt;Wah, enak sekali ya, tapi seks yang kayak apa? Yang jelas aktivitas seks yang diawali oleh adanya ikatan suci pernikahan. Aktivitas seks pasangan suami istri yang sah merupakan pelaksanaan perintah Alloh. Aktivitas seks akan bernilai ibadah dan mendapat pahala bila dilakukan dengan niat, motivasi dan cara yang sesuai dengan ajaran Islam. Sebaliknya, jika dilakukan dengan niat dan cara yang dilarang, maka akan menjadi bernilai maksiat dan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seks itu rekreasi&lt;br /&gt;Seks merupakan bagian dari proses reproduksi yang bertujuan untuk mendapatkan anak. Selain itu, seks juga merupakan sarana untuk mencari kenikmatan dan bersenang-senang dengan pasangan yang sah. Pada proses reproduksi ini, selain kenikmatan fisik, Alloh memberikan aturan yang tegas bagaimana cara memenuhinya.&lt;br /&gt;Tetapi perlu digarisbawahi, jika seks sudah diselewengkan dan ditempatkan nggak sebagaimana mestinya pasti akan menimbulkan hal-hal yang nggak kita inginkan. Bahaya terbesar akan mengancam umat. krisis moral bisa bikin bangsa kita keok and terpuruk oleh peradaban. Umat Islam menjadi nggak bakalan bisa jaya kalo generasinya udah pada kecanduan free sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun akibat dari penyimpangan perilaku seksual (free sex) antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyakit Menular Seksual (PMS)&lt;br /&gt;Remaja yang sudah sering ngelakuin hubungan seks akan selalu terdorong untuk melakukan kembali dan karena belum ada pasangan tetap maka akan cenderung “jajan” cari selera yang baru dengan berganti-ganti pasangan. Keadaan ini akan memperparah terjadinya penyakit menular seksual kayak gonorhoe, cacar lunak, siphilis maupun AIDS. PMS sering berakhir dengan adanya komplikasi tetap berupa infertilitas dan kemandulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kanker leher rahim&lt;br /&gt;Hubungan seks pra nikah pada umumnya terjadi di kalangan remaja yang usianya belum cukup dewasa. Pada usia remaja, maturitas sel-sel epitel mulut rahim belum cukup matang. Adanya rangsangan seksual (gesekan benda tumpul/penis) akan memacu terjadinya proses keganasan pada leher rahim (kanker)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kehamilan yang nggak dikehendaki dan abortus provokatus kriminalis&lt;br /&gt;Dampak langsung yang sering terjadi adanya hubungan seks pra nikah adalah terjadinya kehamilan yang nggak dikehendaki dan upaya melakukan aborsi ilegal.&lt;br /&gt;Disamping itu, sedikitnya ada 6 dosa akibat adanya perbuatan pergaulan bebas (free sex). Keenam-enamnya akan ditanggung oleh si wanita sedangkan si pria cuman naggung satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun 6 dosa tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dosa biologis&lt;br /&gt;Dosa ini cuman dialami oleh si wanita. Wanita harus kehilangan keperawanan, selaput dara sobek dan rasa sakit yang sangat. Wanita pulalah yang akan hamil, melahirkan, menyusui, merawat dan membesarkan bayi akibat “kecelakaan yang nikmat” tersebut. Sedangkan si pria cenderung nggak mau tahu, bahkan pergi nggak terdeteksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dosa psikologis&lt;br /&gt;Dosa ini juga cenderung cuman dialami si wanita. Karena secara psikis ia yang  menanggung malu, putus asa, stress dan menyesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dosa sosiologis&lt;br /&gt;Dosa inipun banyak dialami oleh wanita, karena status sosialnya udah berubah menjadi nggak perawan lagi. Kadang ia dikucilkan, dicaci-maki atau diusir dari komunitas masyarakat. Sedang si pria belum diusir udah kabur duluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dosa akademis&lt;br /&gt;Kalo udah terjadi kayak gituan, wanitalah yang akan terhambat menikmati pendidikan secara formal. Boleh jadi ia nggak sanggup nyelesaikan sekolah karena beban mental atau di DO (baca: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;drop out&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dosa historis&lt;br /&gt;Secara historis, wanita lebih sensitif terhadap peristiwa pahit yang telah terjadi. Ia cenderung trauma dan sukar melupakan peristiwa masa lampau. Ini akan menjadi beban tersendiri baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dosa teologis&lt;br /&gt;Dosa ini akan dialami oleh wanita maupun pria yang nge-seks tersebut. Dan inilah dosa sesungguhnya yang akan mendapat laknat dari Alloh swt serta diancam neraka, jika sampai akhir hayatnya nggak mau tobat.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Memang, seks merupakan hajat dasar manusia. Ia nggak boleh dibunuh, tapi jangan pula diumbar. Sayang banyak manusia yang terpedaya oleh buaian nafsu ini. Yang perlu kita lakuin saat ini cuman ngupayain agar kita nggak terjerumus dalam free sex tersebut. Juga nasehatin saudara-saudara kita yang lain agar lebih hati-hati. Mari jaga pandangan, jangan biarin pandangan kita liar kemana-mana kalo ada pengundang syahwat lewat. Hindari sedini mungkin pergaulan dengan lawan jenis secara berlebih. Jangan suka ikhtilat kecuali dalam tiga hal, pertama: dalam tujuan dakwah, kedua: dalam tujuan pendidikan dan ketiga dalam tujuan kesehatan (Jumhur ulama). Dan bagi yang udah siap nikah nggak usah nunggu-nunggu atau dipersulit apalagi bagi akhwat. Intinya segeralah menikah sebelum “bahaya terbesar itu” menimpa diri kamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-8006712766209365258?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/8006712766209365258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/bahaya-terbesar-penghancur-generasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/8006712766209365258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/8006712766209365258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/bahaya-terbesar-penghancur-generasi.html' title='Bahaya Terbesar Penghancur Generasi'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-4541840062376735420</id><published>2009-02-05T16:41:00.001+07:00</published><updated>2009-02-06T11:16:28.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Detik-detik Saat Sang Kekasih Tiada</title><content type='html'>Kata Ibnu Mas'ud: "Tatkala Rasullulah s.a.w., telah mendekati ajalnya Beliau mengumpulkan kami sekalian di kediaman Aisyah ra. Kemudian beliau memperhatikan kami sekalian sehingga berderailah air matanya dan,&lt;br /&gt;Beliau bersabda: &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Selamat datang untuk kamu sekalian, dan mudah-mudahan kamu sekalian di balas-kasihani Allah. Saya berwasiat supaya kamu sekalian bertaqwa kepada Allah serta mentaati-Nya. Sesungguhnya telah dekat perpisahan di antara kita, dan telah pula saat kembali pulang kepada Allah Taala dan menempati sorga-Nya.. Kalau telah datang saat ajalku, hendaklah Ali yang memandikan ku, Fadhal bin Abbas yang menuangkan air dan Usamah bin Zaid yang bertindak menolong keduanya. Lalu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri bila itu kamu semua kehendaki atau dengan kain Yaman yang putih. Bila kamu sekalian akan memandikan aku, maka letakkanlah aku di atas balai tempat tidur ku di rumah ku ini.dekat dengan liang lahad ku. Sesudah itu keluarlah kamu sekalian barang sejenak meninggalkan aku. Pertama-tama yang menyalatkan aku adalah Allah 'Azza Wa Jalla. Kemudian Malaikat Jibril, kemudian Malaikat Israil, lalu Malaikat Mikail, kemudian Malaikat pencabut nyawa (Malaikat Izrail) beserta para pembantunya, selanjutnya semua Malaikat. Setelah itu masuklah kamu sekalian dengan berkelompok-kelompok dan lakukan shalat untuk ku"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar ucapan perpisahan Nabi saw  mereka (para Sahabat) saling menangis seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Wahai Rasullullah engkau adalah seorang utusan untuk kami sekalian, menjadi kekuatan dalam pertemuan kami dan selaku penguasa yang mengurus perkara kami, bilamana engkau telah pergi, kepada siapakah kami kembali dalam segala persoalan?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasullullah saw bersabda:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Telah ku tinggalkan padamu sekalian pada jalan yang benar dan di atas jalan yang terang dan telah ku tinggalkan  pula untuk kamu sekalian dua penasehat yang satu pandai berbicara dan yang satu diam saja. Yang pandai bicara adalah Al-Quran dan yang diam saja adalah Ajal (maut). Apabila ada persoalan yang sulit bagimu, maka kembalilah kamu sekalian kepada Al-Quran dan Sunahku dan kalau hatimu keras membatu, maka lunaklah dia dengan mengingat tentang mati."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Setelah itu, maka Rasullullah saw, menderita sakit, mulai akhir bulan Safar selama 18 hari dan sudah sering di tengok oleh para sahabat. Sedang penyakit yang di derita mulai pertama kali sampai akhir hayatnya adalah pusing kepala.&lt;br /&gt;Rasullullah saw  mulai di utus pada hari Senin dan wafatnya pun pada hari Senin juga. Tatkala pada Senin, penyakitnya bertambah berat, maka setelah Bilal selesai Adzan Subuh , dia menghampiri pintu rumah Rasullullah saw  sambil mengucapkan salam:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Assalamu ' alaika ya Rasullullah!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Fatimah menjawab: &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“wa’alaikassalam”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;lalu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Rasullullah masih sibuk dengan dirinya sendiri"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Bilal terus masuk ke masjid dan dia tidak memahami makna kata-kata Fatimah. Ketika waktu subuh semangkin terang. Bilal datang kembali menghampiri pintu rumah Rasullullah saw  dan mengucapkan salam seperti semula dan Rasullulah saw yang mendengar suara Bilal itu, maka beliau bersabda:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Masuklah Hai Bilal, sungguh aku dalam keadaan sibuk mengurus diriku sendiri dan penyakitku rasa-rasanya bertambah-tanbah berat. Maka suruhlah Abu Bakar agar shalat berjemaah dengan orang-orang yang hadir"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Bilal pun keluar sambil menangis dan meletakkan tangannya di atas kepalanya seraya mengeluh: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Aduhai musibah, susah sungguh, harapan terputus, telah terpenggal hilang sasaran tujuan, seandainya ibuku tidak melahirkan aku"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Bilal terus masuk masjid seraya berkata:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hai sahabat Abu Bakar, sesungguhnya Rasullullah menyuruh engkau shalat berjemaah dengan yang hadir, karena beliau sibuk dalam mengurus dirinya yang sedang sakit"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Tatkala Abu Bakar melihat mihrab imam kosong serta Nabi saw  tidak hadir, maka tidak tertahan dirinya lalu menangis dan jatuh tersungkur akibat pingsan, maka ributlah kaum Muslimin yang ada , sehingga Rasullullah saw  yang mendengar keributan mereka dan bersabda:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ya Fatimah. Ada apakah jeritan itu dan ada apakah di sana ribut?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Fatimah menjawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Keributan di sana itu adalah di antara kaum Muslimin sendiri, kerana engkau tidak ada" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Maka Rasullullah memanggil Ali dan Fadhal bin Abbas yang kemudian beliau bersandar dengan keduanya serta ke Mesjid lalu shalat bersama-sama dengan dua raka'at Fajar di hari Senin tersebut. Selesai shalat beliau berpaling ke belakang kepada orang banyak dan berkata: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hai Muslimin, kalian semua di dalam pemeliharan dan pertolongan Allah. Oleh sebab itu taqwalah kepada Allah serta taatilah Dia, sesungguhnya saya akan meninggalkan dunia ini dan hari ini hari pertama ku di akhirat dan hari terakhirku di dunia" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Lalu beliau bangkit serta pulang ke rumah. Kemudian Allah Ta'ala memberi perintah kepada Malaikat pencabut nyawa: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Turunlah engkau menemui kekasih-Ku dengan sebaik-baik rupa serta lakukanlah dengan halus di dalam mencabut rohnya, kalau dia mengizinkan maka masuklah, dan kalau dia tidak mengizinkan maka janganlah masuk dan pulang lah"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Maka Malaikat maut pun turun dengan rupa seperti orang Arab Badui pergunungan seraya mengucapkan: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu sekalian, wahai penghuni rumah kenabian dan sumber risalah, apakah saya boleh masuk?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Fatimah menjawabnya: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hai hamba Allah sesungguhnya Rasullullah sedang sibuk dengan penderitaan sakitnya."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Dan Malaikat maut memanggil untuk kedua kali dengan ucapan: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu wahai Rasullullah dan untuk semua penghuni rumah Kenabian"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Maka Rasullullah mendengar suara Malaikat maut tersebut lalu bersabda: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Masuklah wahai Malaikat maut" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Maka Malaikat mautpun masuk sambil mengucapkan,&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;"Assalammu'alaika yaa Rasullullah" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Rasullullah saw menjawab,&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Wa'alaikassalamu, Hai Malaikat maut, engkau datang untuk berkunjung atau mencabut nyawa?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Kata Malaikat maut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Saya datang untuk berkunjung dan untuk mencabut nyawa, seandainya engkau mengizinkan, kalau tidak maka saya akan kembali pulang."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasullullah:&lt;br /&gt;"Hai Malaikat maut, di mana Jibril engkau tinggalkan?"&lt;br /&gt;Malaikat maut berkata,&lt;br /&gt;"Dia saya tinggalkan di langit dunia, dan para Malaikat sedang berbela sungkawa kepadamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian Malaikat Jibril as turun dan duduk di sisi kepala Rasullullah saw. Kata Rasullullah:&lt;br /&gt;"Tahukah engkau kalau ajalku telah dekat?"&lt;br /&gt;Jawab Malaikat Jibril: "Benar, Rasullullah"&lt;br /&gt;Kata Rasullullah saw, "Beritakan kepadaku kemulian yang mengembirakan aku di sisi Allah"&lt;br /&gt;Kata Jibril: "Sesungguhnya pintu-pintu telah dibuka dan para Malaikat telah berbaris rapi menanti rohmu di langit, pintu-pintu sorga dibuka dan para bidadari sudah bersolek semuanya, menanti kehadiran rohmu"&lt;br /&gt;Kata Nabi saw, "Segala puji bagi Allah"&lt;br /&gt;dan bertanya pula Rasulullah, "Hai Jibril, berilah berita gembira tentang umatku di hari kiamat"&lt;br /&gt;Kata Jibril, "Saya beritahukan, bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala telah berfirman: "Sesungguhnya telah Aku larang semua Nabi masuk ke dalam sorga sebelum engkau masuk lebih dahulu dan Aku larang memasukinya semua umat sebelum umatmu masuk terlebih dahulu"&lt;br /&gt;Kata Nabi saw, "Sekarang puas telah hatiku dan hilanglah sudah susahku"&lt;br /&gt;Kemudian beliau berkata pula, "Hai Malaikat maut, dekatlah kepada ku"&lt;br /&gt;Malaikat mautpun mendekat dan mulai melaksanakan pencabutan roh beliau dan tatkala sampai di pusat(perut). Nabi bersabda: "Hai Jibril, alangkah ,'pahitnya', rasa sakaratul maut itu!"&lt;br /&gt;Maka Jibril memalingkan wajahnya dari pandangan Nabi SAW. Kata Nabi saw, "Hai Jibril, apakah engkau tidak suka melihat wajah ku?"&lt;br /&gt;Jibril berkata, "Wahai kekasih Allah, siapakah orangnya yang sampai hati melihat wajah engkau, sedangkan engkau dalam sakaratul maut!"&lt;br /&gt;Anas bin Malik r.a berkata "Tatkala roh Nabi SAW sampai di dada beliau berseru" Aku berwasiat agar kamu sekalian memelihara shalat dan apa-apa yang menjadi tanggunganmu(hamba-hamba sahayamu). Maka masih saja beliau berwasiat dengan kedua hal itu sampai hilang perkataannya"&lt;br /&gt;Ali r.a berkata,&lt;em&gt; "Sesungguhnya Rasullullah saw, ketika menjelang ajalnya, telah mengerak-gerakkan kedua bibirnya dua kali, dan tatkala saya mendekatkan telinga, saya mendengar beliau mengucapkan dengan perlahan-lahan:" Umatku, Umatku"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Maka Roh Rasullullah saw dicabut tepat pada hari Senin Bulan Rabi'ul Awwal.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-4541840062376735420?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/4541840062376735420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/detik-detik-saat-sang-kekasih-tiada.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/4541840062376735420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/4541840062376735420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/detik-detik-saat-sang-kekasih-tiada.html' title='Detik-detik Saat Sang Kekasih Tiada'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-2814051950299165020</id><published>2009-02-05T16:38:00.001+07:00</published><updated>2009-02-05T16:41:52.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munajat dan Do&apos;a'/><title type='text'>Ketika Aku Cinta Kamu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Yaa Allah...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat aku menyukai seorang teman, ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir, sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Allah...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika aku merindukan seorang kekasih, rindukanlah aku pada sosok yang rindu Cinta Sejati-Mu, agar kerinduanku terhadap-Mu semakin manjadi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Allah...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika aku hendak mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu, agar bertambah kuat cintaku pada-Mu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Allah...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika aku sedang jatuh cinta, jagalah cinta itu, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Allah...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika aku harus berucap "&lt;em&gt;I lLove You.... Ana Uhibbuki.... Saya cinta padamu..."&lt;/em&gt; biarlah kukatakan pada yang hatinya tertaut padaMu, agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mencintai seseorang bukanlah apa-apa, dicintai seseorang adalah sesuatu..., dicintai seseorang yang kau cintai sangatlah berarti, tetapi... dicintai oleh &lt;strong&gt;Sang Pencinta&lt;/strong&gt; adalah segalanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6699ff;"&gt;Dari yang rindu cinta sejati-Mu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-2814051950299165020?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/2814051950299165020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/ketika-aku-cinta-kamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2814051950299165020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2814051950299165020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/ketika-aku-cinta-kamu.html' title='Ketika Aku Cinta Kamu'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-8947208170309435410</id><published>2009-02-05T16:34:00.001+07:00</published><updated>2009-02-05T16:38:19.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Siapa Paling Jelek?</title><content type='html'>Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus.", kata Kyai.&lt;br /&gt;"Baik pak Kyai, apa pertanyaannya?"&lt;br /&gt;"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari.", jawab Kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.&lt;br /&gt;Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, "Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah SWT memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah. Dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah, bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dan sebagainya. Santri bergumam, "Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi." Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat. Kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka. Aku tidak lebih baik dari anjing itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku?"&lt;br /&gt;"Sudah guru", santri menjawab. "Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru."&lt;br /&gt;Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/makhluk lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yang sama-sama ciptaan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kotasantri.com/"&gt;www.kotasantri.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-8947208170309435410?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/8947208170309435410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/siapa-paling-jelek.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/8947208170309435410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/8947208170309435410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/siapa-paling-jelek.html' title='Siapa Paling Jelek?'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-6173427553338362506</id><published>2009-02-05T16:27:00.003+07:00</published><updated>2009-02-05T16:34:02.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Waktu dan Buku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;“WAKTU”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Anda adalah &lt;strong&gt;HARI INI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;BESOK belum tentu milik Anda&lt;br /&gt;Maka jangan sia-siakan sedikitpun waktu yang ada&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap kata “NANTI”, &lt;br /&gt;sikap menangguhkan pekerjaan &lt;br /&gt;dan sikap menunda kewajiban &lt;br /&gt;karena semua itu adalah &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;awal dari kegagalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berada pada &lt;strong&gt;pagi hari&lt;/strong&gt;, &lt;br /&gt;jangan tunggu sampai &lt;strong&gt;petang hari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jalanilah hidup Anda untuk &lt;strong&gt;hari ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan pusatkanlah perhatian Anda &lt;br /&gt;untuk memperbaiki keadaan hari Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“BUKU”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang lebih indah dari pada istana dan rumah mewah adalah BUKU &lt;br /&gt;yang dapat membuka pengertian, menyenangkan hati, menghibur jiwa, &lt;br /&gt;melapangkan dada dan mengembangkan pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku adalah sebaik-baik teman, &lt;br /&gt;oleh karena itu tekunilah dalam membaca buku&lt;br /&gt;Banyak bergaullah dengan orang-orang yang berilmu&lt;br /&gt;Dan bertemanlah dengan orang-orang yang mengenal ALLOH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-6173427553338362506?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/6173427553338362506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/waktu-waktu-anda-adalah-hari-ini-besok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/6173427553338362506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/6173427553338362506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/waktu-waktu-anda-adalah-hari-ini-besok.html' title='Waktu dan Buku'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-9046398176175752439</id><published>2009-02-05T16:11:00.005+07:00</published><updated>2009-02-05T16:27:38.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Untuk Saudara Seperjuangan....!</title><content type='html'>&lt;em&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara seperjuangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejenak mari kita “kembali” pada suatu peristiwa yang telah mempertemukan kita bersama sebagai seorang saudara.  Suatu momen yang dengannya kita telah berproses bersama di dalamnya.  Berproses untuk menjalani aktifitas bersama untuk mencapi tujuan bersama. Yach…., di sana kita berkerja bersama, berlatih bersama, bercengkrama bersama, makan, minum dan tidurpun bersama dalam “satu wadah” layaknya sebuah keluarga. Suasana penuh keakraban, canda dan tawa telah kita lalui, sehingga menorehkan kenangan yang tak terkira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam kebersamaan itu akhirnya kitapun tahu siapa diri kita yang sebenarnya. Kita saling tahu sifat dan kepribadian dari Saudara-saudara kita yang lain. Bahkan mungkin yang paling ‘dalam’ pun kita tahu. Terkadang ingin rasanya bibir ini tersenyum melihat itu semua. Bukan lucu tetapi penuh keunikan. Ya…..itulah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apapun kondisi saudara kita itulah “dia”. Kita lihat dia adalah sosok yang penuh kelebihan tetapi juga tersimpan kekurangan di dalamnya. Sungguh unik…… Sekali lagi itulah manusia. Mari kita sikapi semua itu dengan penuh kewajaran, tidak perlu berlebihan. Jika kita lihat diri kita punya kelebihan, jangan lupa diri dan sombong karena di balik kelebihan itu banyak kekurangan yang kita miliki. Jika kita lihat Saudara kita ada kekurangan tidak perlu tertalu didramatisir karena yakinlah, di balik kekurangannya itu tersimpan mutiara kelebihan yang amat banyak yang tidak kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sama, “manusia” yang senantiasa berusaha menjadi hamba Alloh “seperti apa yang dikehendaki-Nya”. Kelebihan dan kekurangan hendaknya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk menjalin ukhuwah. Justru sebaliknya, menjadi media efektif untuk saling berbagi, saling mengingatkan dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Belum tentu kita yang seolah sudah ‘aalim, baik, rajin ngaji, tekun ke mesjid adalah lebih baik dari saudara kita yang lain. Sebaliknya belum tentu kita yang merasa bodoh, tak tahu agama, hina, kotor dan rendah adalah lebih buruk dari saudara kita yang lain. Semua kita berproses, berproses dan terus berproses, menuju hidup dan kehidupan yang lebih baik dalam bingkai Ridho Ilahi. Maka mari terus berproses untuk memperbaiki diri. Jangan merasa tak ada jalan menuju kebaikan. Man jadda wajadda, begitulah pepatah Arab berkata, siapa yang bersungguh-sungguh pasti ada jalan baginya. Yach….. jalan menuju kebaikan.  Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bersih dari dosa dan maksiyat. Dan memang orang yang terbaik bukanlah yang tidak pernah punya dosa, tetapi orang terbaik adalah orang yang apabila berbuat dosa kamudian ia bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi. Mari kita saling berdakwah bagi diri dan saudara-saudara kita yang lain. Itulah indahnya persaudaraan yang diikat oleh tali aqidah Islamiyyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Dan ternyata letak kesempurnaan manusia ada pada kekurangan yang ia miliki. Artinya, jika dibandingkan dengan makhluk yang lain memang tidak ada yang lebih sempurna dari manusia, tetap manusia yang sempurna adalah yang sadar bahwa dirinya belum sempurna (masih banyak kekurangan-kekurangan). Dengan kesadaran bahwa diri kita belum sempurna itulah, kita harus memahami bahwa hidup itu untuk menjalani proses penyempurnaan diri. Sekali lagi, kita adalah makhluk yang paling sempurna, maka tidak etis jika kita menodai kesempurnaan itu dengan kenistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sakit hati, sedih, jengkel, marah, keluh kesah, iri dan seabrek perasaan jelek terkadang menyelinap dalam hati kita pada saat kita bersama berproses dalam “satu wadah”. Dan anehnya kita pun tidak tahu siapa sebenarnya yang salah di antara kita; kamu, dia, mereka atau justru diri kita sendiri? Itu adalah suatu hal yang sangat wajar. Yang tidak wajar adalah ketika hati kita seperti itu, kita tidak bisa mengendalikannya. Sehingga hati kita menjadi “sesuatu” yang paling hina di sisi Allah karena hati kita terpedaya oleh nafsu amarah bisikan musuh kita yang abadi ialah setan la’natullah ‘alaihi. Mari kita coba sedikit demi sedikit untuk mengendalikan hati kita agar senantiasa berjalan sesuai dengan nur ilahi, terbebas dari “penyakit hati” yang sangat menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Siapapun kita, apapun posisi kita dan dimanapun kita berada, tidak ada halangan bagi kita untuk menjadi yang terbaik di mata Alloh. Hanya taqwa yang akan mengantarkan kita menuju posisi terbaik di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini adalah perjuangan yang membutuhkan pengorbanan. Setiap kita pasti akan senantiasa dihadapkan pada “ujian”. Di sinilah perjuangan dan pengorbanan kita dituntut, agar kita tetap survive dalan hidup dan kehidupan. Suka-duka, tangis-tawa, susah-senang, baik-buruk semuanya menghiasi kehidupan ini. Di sana kita dituntut berkorban harta, jiwa, raga dan waktu untuk menghadapi realita kehidupan yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Betapapun pahit kehidupan ini kita rasakan, tidaklah lebih pahit dari pada kehinaan di akhirat kelak. Allah sekali-kali tidak akan membebani diri kita di luar batas kemampuan kita. Yakinlah, inna ma’al ‘usyri yusran; Sesungguhnya bersama kesulitan pasti akan ada kemudahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal perjalanan kehidupan telah kita lalui.  Kini kita sibuk dengan aktivitas masing-masing seolah kita tidak pernah bertemu.  Pertemuan selama itu seakan hanya tuntutan sebuah “kepentingan” sehingga kitapun tak tahu apakah kita ikhlas atau terpaksa?. Apapun jawaban kita, saya harapkan pertemuan itu membuahkan hasil, terciptanya ukhuwah di antara kita. Meskipun awalnya sebuah keterpaksaan, mari kita lanjutkan dengan keikhlasan. Yakinlah, Alloh mempertemukan kita dengan suatu perencanaan yang matang. Pasti ada hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Laa wardata biduni syauk…..No Rose without thorn… &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pepatah yang senantiasa mengingatkan kita pada sebuah usaha dan perjuangan. Bahwa sesuatu “terindah” yang kita dambakan (wardah/rose) pasti tidak mudah kita dapatkan. Diperlukan suatu usaha yang serius untuk mencapainya. Di sekeliling “keindahan” itu terdapat duri-duri yang siap menusuk kulit, daging bahkan sampai tulang kita. Tidak jarang kita tergores, tertusuk dan terluka demi hanya untuk mendapatkan keindahan yang kita cintai, yang kita dambakan dan kita harapkan. Itulah kepuasan yang sejati, jika kita berhasil menundukkan duri-duri yang menghalangi keindahan itu. Dan akhirnya kita bisa menikmati “keindahan”, cita-cita, harapan dan impian yang kita dambakan selama ini. Tetapi jangan lupa ada “keindahan” luar biasa yang ada di balik kehidupan ini. Surga adalah “keindahan” yang tak terkira dibandingkan dengan keindahan dunia (mata’ud dunya). Itulah yang hendaknya kita perjuangkan dengan kesungguhan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang kita dapatkan dari pertemuan itu. Terima kasih atas segala perhatian yang saudara berikan pada diri ini. Nasihat, masukan, kritik dan saran yang telah saudara berikan sedikit banyak telah merubah diri ini menjadi lebih baik. Minimal, dengan semua itu diri ini bisa bermuhasabah dan instropeksi diri. Ternyata diri ini memang penuh dengan kelemahan dan kekurangan. Sifat salah dan lupa memang senantiasa melekat pada diri ini. Sekali lagi terima kasih atas segala kerja sama yang saudara berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teriring do’a dan senandung istighfar, kita coba pasrahkan diri pada Ilahi Robbi karena dalam genggaman-Nyalah diri kita semua berada. Tidak ada daya dan kekuatan yang kita miliki kecuali dari Alloh SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat berjuang………&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-9046398176175752439?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/9046398176175752439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/untuk-saudara-seperjuangan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/9046398176175752439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/9046398176175752439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2009/02/untuk-saudara-seperjuangan.html' title='Untuk Saudara Seperjuangan....!'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-2031464102703942421</id><published>2007-02-22T07:55:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T14:24:30.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Keluarga Sakinah</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Buat temen-temen yang dah nikah atau yg akan nikah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;1.ketika akan menikah&lt;br /&gt;janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita.&lt;br /&gt;janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;2.ketika melamar&lt;br /&gt;anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada allah melalui orangtua/wali si gadis.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;3.ketika akad nikah&lt;br /&gt;anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan allah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;4.ketika resepsi pernikahan&lt;br /&gt;catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;5.sejak malam pertama&lt;br /&gt;bersyukur dan bersabarlah&lt;br /&gt;anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;6.selama menempuh hidup berkeluarga&lt;br /&gt;sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;7.ketika biduk rumah tangga oleng&lt;br /&gt;jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegangan tangan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;8.ketika belum memiliki anak&lt;br /&gt;cintailah isteri atau suami anda 100%.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;9.ketika telah memiliki anak&lt;br /&gt;jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;10.ketika ekonomi keluarga belum membaik&lt;br /&gt;yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;11.ketika ekonomi membaik&lt;br /&gt;jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;12.ketika anda adalah suami&lt;br /&gt;boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;13.ketika anda adalah isteri&lt;br /&gt;tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;14.ketika mendidik anak&lt;br /&gt;jangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;15.ketika anak bermasalah&lt;br /&gt;yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;16.ketika ada pil&lt;br /&gt;jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;17.ketika ada wil&lt;br /&gt;jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;18.ketika memilih potret keluarga&lt;br /&gt;pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.&lt;br /&gt;19.ketika ingin langgeng harmonis&lt;br /&gt;gunakanlah formula 6 k :&lt;br /&gt;ketaqwaan&lt;br /&gt;kasih sayang&lt;br /&gt;kesetiaan&lt;br /&gt;komunikasi dialogis&lt;br /&gt;keterbukaan&lt;br /&gt;kejujuran&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-2031464102703942421?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/2031464102703942421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/keluarga-sakinah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2031464102703942421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/2031464102703942421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/keluarga-sakinah.html' title='Keluarga Sakinah'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-5581862223977165186</id><published>2007-02-22T07:52:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T14:22:39.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>MUTIARA NASEHAT tuk para calon Istri</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:100%;" lang="EN"&gt;‘tuk calon Istriku dan semua wanita yang ingin menjadi istri sholihah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi -shalallahu 'alayhi wasallam- bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia itu seluruhnya perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri sholihah" (Hadits Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah; jika dia menyuruhnya iapun taat, jika dilihat menyenangkan dan jika diberi mau berterima kasih, dan jika suaminya pergi maka dia menjaga dirinya dan harta suaminya." (Hadits Riwayat Ibn Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita dalam mengurus keluarganya, patuh terhadap suaminya, membentengi diri dari laki-laki lain, mau mendengar ucapan suami dan menaati perintahnya, dan bila bersendirian dengan suaminya, ia pasrahkan dirinya pada kehendak suaminya, serta tidak berlaku dingin kepada suaminya, seperti sikap dinginnya laki-laki" (Hadits Riwayat Thusy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Umamah binti Harits kepada putrinya Ummu Iyyas bin ‘Auf ketika dipinang oleh Amr bin Hijr, Raja Kindah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai putriku, sekiranya memberi nasihat boleh ditinggalkan, maka aku tinggalkan untukmu. Nasihat itu merupakan peringatan bagi yang lain dan pertolongan bagi yang berakal sekalipun seorang perempuan tidak memerlukan harta suaminya karena orangtuanya sudah kaya. Dan aku adalah orang yang paling tidak memerlukan itu semua, tetapi perempuan itu diciptakan untuk laki-laki dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putriku, engkau keluar menghadapi suasana baru dan tempat baru yang belum pernah engkau kenal liku-likunya. Engkau juga menghadapi sahabat baru yang liku-likunya tidak engkau kenal sebelumnya. Akan tetapi, suamimu dengan kekuasaannya akan dapat menguasai dan mengawasi dirimu. Oleh karena itu, jadilah kamu laksana seorang budak, dia pun tentu akan menjadi budak bagi dirimu dan teman kesayanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah dengan baik 10 sifat, niscaya engkau menjadi penyuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama dan kedua, hendaklah kamu bersifat tenang dan menerima apa adanya serta mau mendengar dan taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga dan keempat, hendaklah kamu menjaga dengan baik mata dan hidungnya, agar dia tidak sampai melihat hal tidak baik pada dirimu; seperti jorok, dan jangan sampai mencium bau tidak enak dari dirimu. Oleh karena itu, engkau harus selalu wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima dan keenam, jagalah baik-baik waktu tidurnya dan waktu makannya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:100%;" lang="PT-BR"&gt;Bila perutnya benar-benar sudah merasa lapar, ia mudah tersinggung. Dan bila tidurnya terganggu, ia akan mudah marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh dan kedelapan, hendaklah engkau jaga hartanya, perhatikan pelayan dan keluarganya. Seseorang dikatakan tidak menjaga hartanya dengan baik bila tidak pandai mengatur pembelanjaannya, dinamakan tidak memperhatikan pelayan dan keluarganya bila tidak pandai mengurusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau durhaka kepada perintahnya dan membuka rahasianya. Kalau engkau menyalahi perintahnya, hatinya akan menjadi panas. Dan kalau engkau buka rahasianya, engkau membuatnya tidak percaya kepadamu dan tidak merasa aman darimu. Janganlah kamu sekali-kali bergembira ria di kala dia sedang murung, dan jangan kamu murung di kala dia sedang bergembira ria.." (Fiqh Sunnah 2:200)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah ganjaran bagi istri sholihah? Rasulullah -shalallhu 'alayhi wa sallam- bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila seorang wanita sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka ia akan memasuki surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki." (Hadits Riwayat Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang tuk jadi istri yg sholihah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:100%;" lang="EN"&gt;Sungguh hidup itu penuh dengan perjuangan&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:100%;" lang="EN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Helvetica;font-size:100%;" lang="EN"&gt;Dikutip dari www.mutiaraku.cjb.net ketika suamiku menikahiku:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-5581862223977165186?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/5581862223977165186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/mutiara-nasehat-tuk-para-calon-istri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/5581862223977165186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/5581862223977165186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/mutiara-nasehat-tuk-para-calon-istri.html' title='MUTIARA NASEHAT tuk para calon Istri'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-6883419222974004584</id><published>2007-02-22T07:50:00.001+07:00</published><updated>2009-01-30T16:35:29.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Spesial untuk Calon Zaujati</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Assalammu'alaikum Wr... Wb...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Apa kabar calon istriku? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Hope u well and do take care...&lt;br /&gt;Allah selalu bersama kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhtiku...&lt;br /&gt;Masihkah menungguku...? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!&lt;br /&gt;Menunggu...&lt;br /&gt;Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'&lt;br /&gt;Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa&lt;br /&gt;Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu&lt;br /&gt;Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,&lt;br /&gt;melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,&lt;br /&gt;atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati&lt;br /&gt;Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong&lt;br /&gt;Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia lain' masuk ke jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu&lt;br /&gt;Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih&lt;br /&gt;Ngejomblo itu nikmat, jenderal!&lt;br /&gt;Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif&lt;br /&gt;Mumpung waktu kita masih banyak luang&lt;br /&gt;Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga&lt;br /&gt;Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak&lt;br /&gt;Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Karenanya wahai bidadari dunia...&lt;br /&gt;Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang&lt;br /&gt;Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda&lt;br /&gt;Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit&lt;br /&gt;Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber&lt;br /&gt;Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang tikus'&lt;br /&gt;Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini&lt;br /&gt;Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit&lt;br /&gt;Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik&lt;br /&gt;Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ukhtiku...&lt;br /&gt;Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah&lt;br /&gt;Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,&lt;br /&gt;betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu&lt;br /&gt;Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu&lt;br /&gt;Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang&lt;br /&gt;Karena jalan ini masih panjang&lt;br /&gt;Banyak hal yang menghadang&lt;br /&gt;Hatiku pun melagu dalam nada angan&lt;br /&gt;Seolah sedetik tiada tersisakan&lt;br /&gt;Resah hati tak mampu kuhindarkan&lt;br /&gt;Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan&lt;br /&gt;Karang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan&lt;br /&gt;Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan&lt;br /&gt;Keputusan besar untuk datang kepadamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ukhtiku...&lt;br /&gt;Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu&lt;br /&gt;Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,&lt;br /&gt;bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir&lt;br /&gt;Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba&lt;br /&gt;Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu&lt;br /&gt;Karena kecantikan hati dan iman yang dicari&lt;br /&gt;Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu&lt;br /&gt;Karena aura keimananlah yang utama&lt;br /&gt;Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,&lt;br /&gt;merasuk dan menembus relung jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Wahai perhiasan terindah...&lt;br /&gt;Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Iraq&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil&lt;br /&gt;Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup&lt;br /&gt;Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu&lt;br /&gt;Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu&lt;br /&gt;Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya&lt;br /&gt;Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,&lt;br /&gt;sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci&lt;br /&gt;Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ukhtiku...&lt;br /&gt;Skenario Allah adalah skenario terbaik&lt;br /&gt;Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita&lt;br /&gt;Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,&lt;br /&gt;merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya&lt;br /&gt;Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ukhtiku...&lt;br /&gt;Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah '&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; menjelang jua&lt;br /&gt;Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan&lt;br /&gt;Apa kabarkah kau disana?&lt;br /&gt;Lelahkah kau menungguku berkelana?&lt;br /&gt;Lelahkah menungguku kau disana?&lt;br /&gt;Bisa bertahankah kau disana?&lt;br /&gt;Tetap bertahanlah kau disana...&lt;br /&gt;Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu&lt;br /&gt;Bila waktu itu telah tiba,&lt;br /&gt;kenakanlah mahkota itu,&lt;br /&gt;kenakanlah gaun indah itu...&lt;br /&gt;Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ukhtiku...&lt;br /&gt;Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir&lt;br /&gt;Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,&lt;br /&gt;kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang&lt;br /&gt;Cinta membuat hati terasa terpotong-potong&lt;br /&gt;Jika di sana ada bintang yang menghilang,&lt;br /&gt;mataku berpendar mencari bintang yang datang&lt;br /&gt;Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat&lt;br /&gt;Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,&lt;br /&gt;dan mendapat yang terbaik dari-Nya&lt;br /&gt;Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini&lt;br /&gt;Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup&lt;br /&gt;Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini&lt;br /&gt;Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi&lt;br /&gt;Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ukhtiku...&lt;br /&gt;Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,&lt;br /&gt;hanya bisa merindukanmu&lt;br /&gt;Dan tetaplah berharap, terus berharap&lt;br /&gt;Berharap aku '&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; segera datang&lt;br /&gt;Jangan pernah berhenti berharap,&lt;br /&gt;Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Bila kau jadi istriku kelak,&lt;br /&gt;jangan pernah berhenti memilikiku&lt;br /&gt;dan mencintaiku hingga ujung waktu&lt;br /&gt;Tunjukkan padaku kau '&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; selalu mencintaiku&lt;br /&gt;Hanya engkau yang aku harap&lt;br /&gt;Telah lama kuharap hadirmu di sini&lt;br /&gt;Meski sulit, harus kudapatkan&lt;br /&gt;Jika tidak kudapat di dunia...&lt;br /&gt;'&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,&lt;br /&gt;aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu&lt;br /&gt;Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,&lt;br /&gt;pelarian perasaanku&lt;br /&gt;dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku&lt;br /&gt;Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...&lt;br /&gt;Apa yang akan ku hadapi&lt;br /&gt;Dan apa yang harus kucari dalam hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,&lt;br /&gt;untuk dirimu yang selalu bijaksana&lt;br /&gt;Aku goreskan syair sederhana ini,&lt;br /&gt;untuk dirimu yang selalu mempesona&lt;br /&gt;Memahamiku dan mencintaiku apa adanya&lt;br /&gt;Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu&lt;br /&gt;Semoga...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu&lt;br /&gt;Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu&lt;br /&gt;Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti&lt;br /&gt;Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati&lt;br /&gt;Begitu indah kau tercipta bagi Adam&lt;br /&gt;Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa&lt;br /&gt;Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki&lt;br /&gt;Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki&lt;br /&gt;......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;(Dewi Khayalan - Daun Band)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;ringankanlah kerinduan yang mendera&lt;br /&gt;kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,&lt;br /&gt;karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini&lt;br /&gt;ringankan langkah kami&lt;br /&gt;beri kami kekuatan dan kemampuan&lt;br /&gt;tuk melengkapkan setengah dien ini,&lt;br /&gt;mengikuti sunnah RasulMu&lt;br /&gt;jangan biarkan hati-hati kami&lt;br /&gt;terus berkelana tak perpenghujung&lt;br /&gt;yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan&lt;br /&gt;yang telah Engkau berikan&lt;br /&gt;Aamiin...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Wassalamu'alaikum Wr... Wb...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-6883419222974004584?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/6883419222974004584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/spesial-untuk-calon-zaujati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/6883419222974004584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/6883419222974004584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/spesial-untuk-calon-zaujati.html' title='Spesial untuk Calon Zaujati'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-1197997534622639858</id><published>2007-02-22T07:48:00.000+07:00</published><updated>2007-02-22T08:05:35.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Wanita Sholihah yg kayak apa sich??</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1. Taat kepada Allah dan RasulNya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?&lt;br /&gt;- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.&lt;br /&gt;- Wajib menutup aurat&lt;br /&gt;- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah&lt;br /&gt;- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya&lt;br /&gt;- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa&lt;br /&gt;- Berbuat baik kepada ibu &amp; bapa&lt;br /&gt;- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang&lt;br /&gt;- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa&lt;br /&gt;- Bersikap baik terhadap tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;2. Taat kepada suami &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Memelihara kewajipan terhadap suami&lt;br /&gt;- Sentiasa menyenangkan suami&lt;br /&gt;- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.&lt;br /&gt;- Tidak cemberut di hadapan suami.&lt;br /&gt;- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur&lt;br /&gt;- Tidak keluar tanpa izin suami.&lt;br /&gt;- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami&lt;br /&gt;- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran&lt;br /&gt;- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.&lt;br /&gt;- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp;amp; kecantikannya serta rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lupa mengingat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"   lang="ES"&gt;Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"   lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   lang="ES" &gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;(Riwayat Tarmizi) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   lang="IT" &gt;Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"   lang="IT"&gt;" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   lang="IT" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;3) Mudah terpedaya dengan syahwat &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;4) Lemah iman &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;source : NN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(99, 32, 53);font-family:Helvetica;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(99, 32, 53);font-family:Helvetica;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata bahwa cantik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi?! Mereka pun mungkin akan bilang bahwa haditsnya shahih lho! Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat di zaman ini adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak di zaman ini adalah yang sanggup hidup kaya. Semua &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka bisa menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.&lt;br /&gt;Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.&lt;br /&gt;Keluar rumah hanya untuk belanja atau pergi bersama suaminya.&lt;br /&gt;Dia tahu bahan makanan telah mengalami kenaikan harga,&lt;br /&gt;dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,&lt;br /&gt;tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,&lt;br /&gt;dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah&lt;br /&gt;sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,&lt;br /&gt;sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,&lt;br /&gt;karena yang cantik seperti bintang di langit.&lt;br /&gt;Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,&lt;br /&gt;tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.&lt;br /&gt;Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,&lt;br /&gt;tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,&lt;br /&gt;tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.&lt;br /&gt;Di dalam cangkangnya dia senang berada,&lt;br /&gt;menjaga diri dan tak mudah digoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.&lt;br /&gt;Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Mutiara-&lt;br /&gt;yang berusaha menjadi seberharga namanya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-1197997534622639858?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/1197997534622639858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/wanita-sholihah-yg-kayak-apa-sich.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1197997534622639858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1197997534622639858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/wanita-sholihah-yg-kayak-apa-sich.html' title='Wanita Sholihah yg kayak apa sich??'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-5754396310929089300</id><published>2007-02-22T07:45:00.000+07:00</published><updated>2007-02-22T08:11:49.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Saat Bingung pilih Jodoh</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya 'kufu' ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Namun makna-makna yang lain seperti kecocokan, juga merupakan makna yang tidak bisa dinafikan, dengan demikian PROSES MEMILIH ITU TERJADI PADA PIHAK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN. Disisi lain bahwa memilih pasangan hidup dengan mempertimbangkan berbagai sisinya, asalkan pada pertimbangan-pertimbangan yang wajar serta Islami, merupakan keniscayaan hidup dan representasi kebebasan dari Allah yang Dia karuniakan kepada setiap manusia, termasuk dalam memilih suami atau istri. Aisyah Ra berkata, "Pernikahan hakikatnya adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat dimanakah kehormatannya akan diletakkan"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Rasulullah pun bersabda, "Barang siapa yang menjodohkan kehormatannya dengan orang yang fasik maka dia telah memutus rahimnya" (HR Ibnu Hibban). Nabi juga pernah memberikan pertimbangan kepada seorang sahabiyah yang datang kepadanya seraya minta pertimbangan atas dua orang yang akan melamarnya, lalu Nabi menjawab, "Adapun Muawiyah bin Abi sufyan dia sangat ringan tangan (alias gampang memukul), adapun yang lainnya adalah orang yang fakir tidak memiliki harta yang banyak." Lalu Nabi menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dan untuk memantapkan pilihan, terutama dari berbagai alternatif sebaiknya melakukan shalat istikhorah baik di tengah malam maupun di awalnya, dan lakukan secara berkali-kali. Jika telah dilakukan berkali-kali maka KEMANTAPAN YANG ADA ITULAH YANG INSYA ALLAH MERUPAKAN PETUNJUK-NYA, DAN ITULAH YANG LEBIH DIIKUTI. Tetapi perlu diingat, bahwa informasi yang dominan pada diri seseorang sering yang lebih berpengaruh terhadap istikhorah, oleh karena itu perlu dilakukan berkali-kali. Dan untuk membedakan apakah itu keputusan yang dominan adalah selera semata atau dominasi istikharah agak sulit, kecuali dengan berkali-kali, sekalipun salah satu tanda bahwa itu adalah petunjuk dari Allah adalah dimudahkannya urusan tersebut, tetapi hal tersebut bukan satu-satunya alamat yang mutlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Juga apabila persoalan apakah diri kita jual mahal atau tidak tergantung pada niat dan representasinya, karena itu Rasulullah menegaskan, "Sesungguhnya segala pekerjaan membutuhkan niat dan pekerjaan seseorang sangat dipengaruhi oleh niat. Barang siapa yang niatnya kepada Allah maka dia (dalam representasinya) akan sesuai dengan Allah dan Rasulnya, dan barang siapa yang niatnya kepada dunia atau wanita maka (representasinya) akan sesuai apa yang diniatkan" (Muttafaq alaih). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Untuk menghindarkan tuduhan itu maka buktikan dalam representasi kita sehari-hari, sebagai contoh bahwa tuduhan itu akan benar jika memang salah satu kebiasaan kita adalah chatting dengan teman-teman baru yang notabenenya lebih banyak para laki-laki untuk seorang perempuan, dan sebaliknya, berbeda misalnya kalau teman yang kita ajak chatting adalah para wanita atau dalam bahasa yang digunakan bersifat umum, tidak ada yang rahasia sehingga tidak khawatir kalau harus dibaca orang. Ini hanya sekelumit contoh yang barangkali kurang tepat untuk yang bingung memilih pasangannya. Tapi ada hal yang cukup penting untuk diketahui bahwa UNTUK MENGENAL SESEORANG TENTU TIDAK CUKUP DENGAN BERKOMUNIKASI SESAAT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pernah suatu hari Sahabat Umar bin al-Khattab mendengar seseorang memuji orang lain hingga Umar agak merasa keheranan lalu Umar bertanya, "Apakah kamu pernah bepergian dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah bertransaksi dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah bertetangga dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah melihatnya dia melakukan shalat?" Jawab orang tersebut, "Ya, aku melihat dia rajin shalat, menunaikannya sesuai dengan waktunya." Lalu kata Umar, "Kalau begitu anda belum kenal dengan baik orang tersebut." Tetapi untuk mengenali tiga poin pertama dari empat poin tersebut bisa dilakukan dengan cara MENANYAKAN ORANG YANG PALING DEKAT DENGANNYA, DAN YANG DAPAT DIPERCAYA. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Adapun bila kita dihadapkan suatu pilihan lebih dari satu, tentu sewajarnya seorang akan memilih yang terbaik baginya, meskipun PILIHAN TERBAIK BAGINYA TIDAK SELALU IDENTIK DENGAN PILIHAN YANG TERBAIK BAGI UMUM, KARENA SESEORANG TENTU MEMILIKI PERTIMBANGAN YANG SANGAT KHUSUS YANG TIDAK DIMILIKI ORANG LAIN. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dari uraian diatas, kebingungan untuk memilih pasangan hidup dapat diatasi dengan beberapa tips berikut ini, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(86, 36, 36);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;pilihlah karena agamanya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(86, 36, 36);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;kenali dengan cara menanyakan kepada      orang yang paling dekat dengannya dan dapat kita percaya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(86, 36, 36);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;letakkan niat pada tempat yang benar,      karena segala perbuatan membutuhkan dan sangat dipengaruhi niat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(86, 36, 36);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;sholat istikhorah untuk mohon petunjuk      kepada Allah juga patut dilakukan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(86, 36, 36);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;apabila semua ini telah dilakukan, maka      pasrahkan diri kepada Allah SWT akan keputusan-Nya, jangan keluh kesah,      karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(86, 36, 36);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;dan terakhir, jangan bosan untuk      berbekal ilmu pernikahan :), karena berbekal ilmu adalah lebih baik      daripada tidak membekali diri pada saat masuk ke dunia yang baru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Masalah jodoh hanya Allah yang tahu, siapa pasangan kita sebenarnya, itulah rahasia Allah. Kita hanya diminta untuk berusaha, dan Allah-lah penentunya, terkadang Dia menentukan pilihan-Nya itu diluar dugaan dan rasio kita sebagai seorang manusia, tapi itulah ketentuan Allah. Jika memang harus menerima kenyataan di luar kehendak kita, maka ingatlah untuk tidak sembarangan memberikan cinta kepada siapapun, karena kadar cinta kita kepada Allah harus lebih tinggi dari itu semua. Yang terbaik menurut Allah, itulah yang paling utama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Selamat berjuang akhi, selamat berjuang ukhti..., mulailah dengan bismillah dan niat yang benar, insya Allah, ridho-Nya akan selalu menghampiri, dan semoga Allah selalu memudahkan urusan antum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Wallahu alam bi showab, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-5754396310929089300?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/5754396310929089300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/saat-bingung-pilih-jodoh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/5754396310929089300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/5754396310929089300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/saat-bingung-pilih-jodoh.html' title='Saat Bingung pilih Jodoh'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-5228590099796649492</id><published>2007-02-22T07:42:00.001+07:00</published><updated>2007-02-22T08:07:53.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Kekasih</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Manusia, makhluk Tuhan termulia di muka bumi ini, diciptakan dari sepasang insan yang saling Cinta. Lahir dengan tangis yang menandakan bahwa hidup penuh dengan perjuangan, banyak onak dan duri... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Pernahkah kita sadari kehidupan ini merupakan anugerah yang terbesar yang Allah berikan kepada kita ?. Bisa kuliah, bekerja, dan berkumpul dengan teman-teman, berbagi cerita, tawa dan canda serta derita yang mewarnai kehidupan ini ... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Pernahkah kita bertanya, untuk apa kita hidup di muka bumi ini ? ...pernahkah kita merasa punya arti dan berarti bagi orang lain, merasa dibutuhkan, setidak-tidaknya bagi orang-orang yang dekat dalam kehidupan kita ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Pernahkah kita sadari, kita bisa bertahan hidup sampai detik ini tak lain karena Cinta, Cinta dari Allah Swt. Kita akan lebih sadar jika jauh dari orangtua. Manakala orang-orang yang kita cintai meninggalkan kita. Manakala kita sunyi tak berteman. Manakala kita merasa hampa dalam kehidupan. Tak satupun yang abadi kecuali Cinta Allah pada kita, hamba-hamba_Nya. Tidakkah kita rindu untuk selalu berada di dekat_Nya ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;(Rasulullah Saw, beliau selalu rindu untuk bertemu Allah Swt, mendengar suara Azan yang di "Senandung'kan Bilal. "Shalat, adalah kesenangan hidupku". Kata Beliau (Hamba terkasih Allah Swt). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Sekarang wahai saudaraku, hamba-hamba yang dianugerahi iman dan Islam. Siapkan hari-harimu, isi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat baik bagi temanmu, masyarakat luas, bangsa dan negara. Apalagi semata-mata hanya untuk mencari Ridha Allah Swt, semua itu sebagai tanda Cinta dan rasa syukur kita, yang telah diberikan_Nya anugerah yang begitu banyak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Waktu semakin cepat, apabila kita tidak memanfaatkannya dengan hal-hal yang berguna, kita akan tergilas masa !!!. Berjanjilah untuk jadi yang lebih baik dari sekarang. Dan terbaik di hadapan_Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Karena Cintamu, tidakkah seseorang itu senantiasa ingin tampak baik saat bertemu kekasihnya ???!!!. Jadikan Allah ?Kekasih Sejati? dalam hidupmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-5228590099796649492?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/5228590099796649492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/kekasih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/5228590099796649492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/5228590099796649492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/kekasih.html' title='Kekasih'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-1338302833484328929</id><published>2007-02-22T07:41:00.001+07:00</published><updated>2007-02-22T08:09:30.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Mesra ala Rasul</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bermesraan, itulah yang membuat hubungan suami-istri terasa indah dan&lt;br /&gt;nikmat. Caranya?&lt;br /&gt;Dalam berkomunikasi, ada dua jenis lambang yang bisa dipergunakan, yaitu&lt;br /&gt;lambang verbal dan lambang non verbal. Menurut penelitian Profesor&lt;br /&gt;Birdwhistell, maka nilai efektifitas lambang verbal dibanding non verbal&lt;br /&gt;adalah 35:65. Jadi, justru lambang non verbal yang lebih efektif dalam&lt;br /&gt;menyampaikan pesan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bermesraan, adalah upaya suami istri untuk menunjukkan saling kasih&lt;br /&gt;sayang dalam bentuk verbal. Sentuhan tangan dan gerak tubuh lainnya,&lt;br /&gt;adalah termasuk lambang non verbal ketika suami berkomunikasi dengan&lt;br /&gt;istrinya.&lt;br /&gt;Komunikasi verbal semata belumlah efektif jika belum disertai oleh&lt;br /&gt;komunikasi non verbal, dalam bentuk kemesraan tersebut.&lt;br /&gt;Rasulullah saw pun merasakan pentingnya bermesraan dengan istri,&lt;br /&gt;sehingga beliau pun mempraktek kannya untuk menghias hari-hari dalam&lt;br /&gt;keluarganya, yang tecermin seperti dalam hadis-hadis berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Tidur dalam satu selimut bersama istri&lt;br /&gt;Dari Atha’ bin Yasar: “Sesungguhnya Rasulullah saw dan ‘Aisyah ra biasa&lt;br /&gt;mandi bersama dalam satu bejana. Ketika beliau sedang berada dalam satu&lt;br /&gt;selimut dengan ‘Aisyah, tiba-tiba ‘Aisyah bangkit. Beliau&lt;br /&gt;kemudian bertanya, ‘Mengapa engkau bangkit?’ Jawabnya, ‘Karena saya&lt;br /&gt;haidh, wahai Rasulullah.’ Sabdanya, ‘Kalau begitu, pergilah, lalu&lt;br /&gt;berkainlah dan dekatlah kembali kepadaku.’ Aku pun masuk, lalu&lt;br /&gt;berselimut bersama beliau.” (HR Sa’id bin Manshur)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Memberi wangi-wangian pada auratnya&lt;br /&gt;‘Aisyah berkata, “Sesungguhnya Nabi saw apabila meminyaki badannya,&lt;br /&gt;beliau memulai dari auratnya dan mengolesinya dengan nurah (sejenis&lt;br /&gt;bubuk pewangi), dan istrinya meminyaki bagian lain seluruh&lt;br /&gt;tubuhnya. (HR Ibnu Majah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Mandi bersama istri&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku biasa mandi bersama dengan Nabi saw&lt;br /&gt;dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke&lt;br /&gt;dalam bejana).” (HR ‘Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Disisir istri&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, ia berkata,&lt;br /&gt;“Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw, saat itu saya sedang&lt;br /&gt;haidh”.(HR Ahmad)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Meminta istri meminyaki badannya&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya meminyaki badan Rasulullah saw pada&lt;br /&gt;hari raya ‘Idul Adh-ha setelah beliau melakukan jumrah ‘aqabah.” (HR&lt;br /&gt;Ibnu ‘Asakir)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Minum bergantian pada tempat yang sama&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama&lt;br /&gt;ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya&lt;br /&gt;di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya&lt;br /&gt;mengambil muk, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya&lt;br /&gt;dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan&lt;br /&gt;mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin&lt;br /&gt;Manshur)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Membelai istri&lt;br /&gt;“Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti&lt;br /&gt;mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau&lt;br /&gt;menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau&lt;br /&gt;singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau&lt;br /&gt;bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Mencium istri&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu’,&lt;br /&gt;kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)&lt;br /&gt;Dari Hafshah, putri ‘Umar ra, “Sesungguhnya Rasulullah saw biasa mencium&lt;br /&gt;istrinya sekalipun sedang puasa.” (HR Ahmad)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. Tiduran di Pangkuan Istri&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw biasa meletakkan kepalanya di&lt;br /&gt;pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca&lt;br /&gt;al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;10. Memanggil dengan kata-kata mesra&lt;br /&gt;Rasulullah saw biasa memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan&lt;br /&gt;yang disukainya, seperti ‘Aisy, dan Humaira (pipi merah delima).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;11. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra&lt;br /&gt;Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata,&lt;br /&gt;“Wahai ‘Uwaisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah&lt;br /&gt;dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan&lt;br /&gt;lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR Ibnu Sunni)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;12. Membersihkan tetesan darah haidh istri&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku pernah tidur bersama Rasulullah saw di&lt;br /&gt;atas satu tikar ketika aku sedang haidh. Bila darahku menetes ke tikar&lt;br /&gt;itu, beliau mencucinya di bagian yang terkena tetesan darah dan beliau&lt;br /&gt;tidak berpindah dari tempat itu, kemudian beliau shalat di tempat itu&lt;br /&gt;pula, lalu beliau berbaring kembali di sisiku. Bila darahku menetes lagi&lt;br /&gt;ke tikar itu, beliau mencuci di bagian yang terkena darah itu saja dan&lt;br /&gt;tidak berpindah dari tempat itu, kemudia beliau pun shalat di atas tikar&lt;br /&gt;itu.” (HR Nasa’i)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;13. Bermesraan walau istri haidh&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa mandi bersama Rasulullah saw&lt;br /&gt;dengan satu bejana, padahal kami sama-sama dalam keadaan junub. Aku&lt;br /&gt;biasa menyisir rambut Rasulullah ketika beliau menjalani i’tikaf di&lt;br /&gt;masjid dan saya sedang haidh. Beliau biasa menyuruh saya menggunakan&lt;br /&gt;kain ketika saya sedang haidh, lalu beliau bermesraan dengan saya.” (HR&lt;br /&gt;‘Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;14. Memberikan hadiah&lt;br /&gt;Dari Ummu Kaltsum binti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Abu Salamah&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; berkata, “Ketika Nabi saw&lt;br /&gt;menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, ‘Sesungguhnya&lt;br /&gt;aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian&lt;br /&gt;berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata&lt;br /&gt;Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan&lt;br /&gt;dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan&lt;br /&gt;memberikannya kepadamu.”&lt;br /&gt;Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang&lt;br /&gt;disabdakan Rasulullah saw, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada&lt;br /&gt;beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol&lt;br /&gt;minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau&lt;br /&gt;berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;15. Segera menemui istri jika tergoda&lt;br /&gt;Dari Jabir, “Sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau&lt;br /&gt;masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau&lt;br /&gt;kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia&lt;br /&gt;menghadap dalam rupa setan….Bila seseorang di antara kamu melihat&lt;br /&gt;seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada&lt;br /&gt;diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR&lt;br /&gt;Tirmidzi)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitu indahnya kemesraan Rasulullah saw kepada para istrinya,&lt;br /&gt;memberikan gambaran betapa Islam sangat mementingkan komunikasi non&lt;br /&gt;verbal ini, karena bahasa tubuh ini akan lebih efektif menyatakan cinta&lt;br /&gt;dan kasih sayang antara suami istri. Nah, silakan mencoba.* Ira Istadi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dikutip dari : hidayatullah Indriyani A.S &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-1338302833484328929?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/1338302833484328929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/mesra-ala-rasul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1338302833484328929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/1338302833484328929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/mesra-ala-rasul.html' title='Mesra ala Rasul'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-6299236412561469987</id><published>2007-02-22T07:39:00.000+07:00</published><updated>2007-02-22T08:14:15.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Jika Cinta datang Menggoda</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;"Jatuh cinta berjuta rasanya ...", begitu syair lagu ciptaan Titik Puspa. Konser Dewa, Atas Nama Cinta, dihadiri ribuan penggemar mereka. Album terakhir mereka pun, Cintailah Cinta pun terjual diatas 1 juta copy. Dan entah berapa banyak lagi lagu, kata, ungkapan, syair, puisi yang berbau cinta begitu mengharu biru dunia ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups...tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian Allah SWT. Mencintai dan dicintai adalah karunia, sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta, bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14] Bahkan, cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Islam juga gak phobi sama yang namanya cinta kok, bahkan Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun, bukan dalam komoditas rendah dan murah lho. Artinya, tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya. Jika cinta itu malah membawanya kepada perbuatan yang melanggar syariat, nah...kore wa dame da!*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Hmm...cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang, wuis...puitis banget! Nah, dalam Islam kalau kita merujuk &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;QS: At Taubah 24&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, maka cinta dapat dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Cinta kepada orangtua, istri, kerabat dan seterusnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak istri melebihi cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Lalu gimana dong, kalau cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar pernikahan? Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; timbul memang dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Normal aja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah, masa' sih dibilang jelek!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;"Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Waduh...gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem...problem... mana masih kuliah, kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah...nih cinta kok gak pengertian ya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   lang="DE" &gt;Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja, ya...gak lagi! Nabi Yusuf a.s. aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Eits...protes deh! Iya deh, kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   lang="DE" &gt;Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal, proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya. Nah lho...Nabi aja bisa punya 'konflik' seperti itu, apalagi kamu, iya kan? Romantika cinta beliau bukan kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita. Beliau sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;[QS Yusuf: 24]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   lang="DE" &gt;Namun... Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf a.s. pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya. Eh...nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit, wuus...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Innan nafsa la ammaaratun bis-suu,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;[QS Yusuf:53].&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, "Kok, dulu begitu ya?", "Kok, dulu gak mikir ya?", dan "kok-kok" yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Dulu waktu ngejar-ngejar, wah...dimana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck...ck...ck... Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bisa bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah jatuh cinta :)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa' sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain kemana bo!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah...indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Semoga membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta ya. Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, karena kasih sayangnya akan meluruh ke jiwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Wallahu a`lam bis-shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;------------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;BILA AKU JATUH CINTA &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Allahu Rabbi aku minta izin &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Allahu Rabbi &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Aku punya pinta &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Allahu Rabbi &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dan membuatku semakin mengagumi-Mu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Allahu Rabbi &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pertemukanlah kami &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Allahu Rabbi &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu... &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;Amiin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-6299236412561469987?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/6299236412561469987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/jika-cinta-datang-menggoda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/6299236412561469987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/6299236412561469987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/jika-cinta-datang-menggoda.html' title='Jika Cinta datang Menggoda'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-9123572674691287447</id><published>2007-02-22T07:35:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T14:21:44.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Cahaya Para Wanita</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt; suami dan isteri  semakin tidak sanggup untuk saling menanggung pasangannya. Di masa lalu keadaannya tidak seperti ini. Cinta yang mereka miliki memberi mereka cahaya, dan wajah mereka semakin bersinar setiap  hari. Karena ibadah mereka kepada Allah membuat  para pria dan wanita tersebut dipakaikan pakaian cahaya, kecantikan dan cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;Saat ini orang-orang tidak tertarik untuk beribadah kepada Allah. Mereka melalaikan hal tersebut. Sebagai hukumannya, mereka saling merasa bahwa pasangannya tidak menarik (jelek). Mereka hanya mengandalkan kecantikan lahiriah (fisik) yang mirip dengan kecantikan boneka maneqin di etalase toko. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;Menyerupai pria dan wanita, memakai pakaian, tapi tak memiliki rasa. Tapi  bila seseorang  dipakaikan dengan keindahan surgawi, sebagai berkah dari Allah swt, maka tak akan pernah kehilangan kecantikannya walaupun sudah mencapai usia 90 atau 100 tahun. Tidak akan pernah berubah, karena mereka selalu diberi pakaian surgawi ! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;Para Rasul dengan pengetahuan surgawinya berkata : "Jika seseorang  ingin kelihatan cantik atau dipakaikan pakaian kecantikan pada mereka, mereka harus berusaha bangun tengah malam dan subuh &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"&gt;�&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;E Karena pada waktu-waktu tersebutlah  cahaya terang spiritual muncul dan dipakaikan pada orang-orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;Dan ibadah tengah malam dan subuh mereka akan tampak pada wajahnya. Allah menganugerahkan pada  mereka cahaya yang terang dan cinta. Siapapun yang menginginkannya , dapat memohon pada Alah pada waktu-waktu tersebut. Allah swt akan mengirimkan malaikat-malaikat dengan cahaya dan  pakaian surgawi. Ia akan memakaikan para hambanya yang beribadah padaNya di bumi,  yang melakukan salat dan memuliakanNya  Namun orang-orang sudah melupakan hal ini dan berusaha keras mempercantik wajah dan tubuhnya dengan kosmetik ( menghamburkan jutaan dolar dan Euros ). Membuat bibir mereka tampak seperti bibir keledai ! Mereka berusaha membuat diri mereka lebih muda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt; remaja  tidak berkata bahwa Allah yang memberikan mereka kecantikan, tapi mereka minta untuk memakai kosmetik agar tampak cantik, dan tak akan bisa! Selama para pria diizinkan  memandang wanita, mereka akan mengambil kecantikan dari wajah dan tubuh wanita. Maka para wanita yang berjilbab dan berpakaian  menutup aurat , wajah dan tubuhnya akan tetap segar dan cantik, tanpa kosmetik ! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;Mereka tidak mengerti  sumber utama kecantikan itu berasal dari mana.  Mereka bertanya kenapa wanita Muslim memakai jilbab. Itu gunanya untuk menjaga kecantikan mereka !  Tapi para wanita sekarang terlalu bodoh! Wanita yang cerdas tidak akan menyia-nyiakan kecantikannya. Zaman dahulu,  para wanita menjaga wajah dan tubuh mereka agar tidak disentuh oleh seseorang yang tidak halal  untuk mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;Orang-orang yang mengikuti setan dan ajarannya, akan jatuh dalam kesulitan yang merusak spiritual dan fisik manusia. Di masa lalu, spiritual terpelihara  jika fisik dijaga. Sehingga semakin banyak kebahagiaan dan kecantikan dianugerahkan pada mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"&gt;Sekarang para wanita ingin membuka dan memamerkan kecantikan mereka. Tapi mereka tak akan berhasil, karena kecantikan mereka akan cepat memudar !   Terutama para wanita yang bekerja dengan pria. Pandangan para pria tersebut membawa efek  buruk bagi mereka dan  mereka cepat menjadi tua. Kecantikan  para wanita yang bekerja dengan pria  akan rusak. Keindahan dan kondisi tubuh mereka  menurun dengan pesat.      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;" lang="DE"&gt;Sekarang  ini  banyak sekali wanita yang mengeluh sakit. Misalnya mereka mengatakan terkena kanker. Dan saya bertanya berapa usianya, dan mereka mengatakan, 25 tahun ! Bagaimana bisa begitu ? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;" lang="ES"&gt;Terutama para gadis yang masuk universitas dan selalu  dekat dengan pasangannyanya. Saat  mereka lulus, kondisi fisik mereka sudah turun. Mereka menunda pernikahan, dan menghabiskan waktu mereka di universitas, belajar untuk mendapat ijazah yang tidak ada manfaatnya ! Cara yang salah untuk manusia, karena mereka mengikuti ajaran setan ! Dan sekarang  negara-negara membuat peraturan bahwa pria dan wanita adalah setara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;" lang="ES"&gt;Jika kita setara, semua pria harus menjadi wanita ! Itu adalah setara. Allah menciptakan pria sebagai pria dan wanita sebagai wanita. Bagaimana orang bisa mengatakan bahwa pria dan wanita setara ? Kebodohan apa ini ?! Sampai saat ini mereka membuat kesulitan bagi berbagai bangsa. Tapi mereka tak akan berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;" lang="IT"&gt;Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani&lt;br /&gt;Dari buku  A Taste of Reality &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-9123572674691287447?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/9123572674691287447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/cahaya-para-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/9123572674691287447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/9123572674691287447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/cahaya-para-wanita.html' title='Cahaya Para Wanita'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3772933009424399674.post-910550419285250437</id><published>2007-02-14T08:47:00.002+07:00</published><updated>2009-02-06T11:05:19.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munakahat'/><title type='text'>Tipe wanita yang disunnahkan untuk dilamar</title><content type='html'>Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya. Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta'ala, Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman, Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa'. (al-Furqan:74). Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa'I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya, Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,"Seorang janda."Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?. Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan. Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami' ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, "Hadits ini shahih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi'I pernah mengatakan, "Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya. Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta'ala, "Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka". (an-Nisa:34). Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah". (HR. Muslim, Nasa'I dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita. Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi. Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.&lt;br /&gt;Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub, Cetekan Pertama, Mei 2001, Pustaka Al-kautsar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3772933009424399674-910550419285250437?l=mmujari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mmujari.blogspot.com/feeds/910550419285250437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/tipe-wanita-yang-disunnahkan-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/910550419285250437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3772933009424399674/posts/default/910550419285250437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mmujari.blogspot.com/2007/02/tipe-wanita-yang-disunnahkan-untuk.html' title='Tipe wanita yang disunnahkan untuk dilamar'/><author><name>Mujari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01078240463133647174</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
